Pelangi Indah Canindo Jajaki Rights Issue

Pelangi Indah Canindo Jajaki Rights Issue

- detikFinance
Rabu, 04 Jun 2008 15:40 WIB
Jakarta - Produsen tabung gas PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) untuk membiayai perampungan pabrik di Cilacap.

"Untuk peningkatan kapasitas pabrik di Cilacap kami membutuhkan dana sekitar Rp 20 miliar. Saat ini kami sedang mengkaji opsi rights issue," ungkap Corporate Secretary PICO, Rubianto, saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/6/2008).

Namun nilai rights issue yang akan diterbitkan masih dalam pembahasan perseroan. Selain opsi rights issue, PICO juga sedang menjajaki opsi pinjaman bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua opsi masih kami kaji. Untuk opsi rights issue, kami sedang mencari standby buyer. Prosesnya tidak cepat, tapi kami harapkan pada semester dua tahun ini rights issue bisa direalisasikan," papar Rubianto.

Saat ini perseroan tengah menyelesaikan proyek peningkatan kapasitas salah satu pabrik mereka di Cilacap terkait program konversi minyak tanah ke elpiji yang dicanangkan pemerintah.

"Perseroan membutuhkan dana antara lain untuk membeli mesin-mesin produksi untuk pabrik Cilacap," ulas Rubianto.

Rubianto mengatakan, penyelesaian pabrik tersebut diperkirakan bisa beroperasi pada 2009. Dengan rampungnya pabrik Cilacap, kapasitas produksi perseroan bisa ditingkatkan.

"Karena pabrik Cilacap saat ini belum memiliki line produksi elpiji," ulas Rubianto.

Saat ini, kapasitas yang dimiliki sebesar 300 ribu tabung per bulan. Sementara di tahun 2008 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan 97% menjadi Rp 662,166 miliar dari sebelumnya Rp 336,161 miliar.

"Kami yakin pertumbuhan penjualan 2008, lebih baik dibanding tahun lalu," ujar Rubianto.

Proyeksi pertumbuhan tersebut, menurut Rubianto, disebabkan adanya kebutuhan pertamina atas konversi minyak tanah ke tabung gas 3 kg. Dalam program ini, Pertamina membutuhkan tabung gas sebanyak 40 juta untuk tahun 2008.

"Pertamina merupakan salah satu klien terbesar kami. Dari proyek tersebut kemungkinan kami akan mendapatkan sekitar 2 juta tabung," jelas Rubianto.

Perseroan juga mentargetkan laba bersihnya tahun ini bisa melonjak hingga 365 persen dari Rp 8,525 miliar pada 2007 menjadi Rp 31,166 miliar.

Pada triwulan I-2008, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 114% menjadi Rp 119,503 miliar dari Rp 55,736 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk  laba bersih tumbuh 357% menjadi Rp 5,018 miliar dari sebelumnya Rp 1,098 miliar.

Untuk tahun ini, perseroan tidak memutuskan untuk membagi dividen. Laba bersih 2007, sebesar Rp 8,525 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk modal kerja. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads