"Proyek tersebut antara lain pembangunan pasar tanah abang blok B, Pakubuwono Tower B & C dan Griya Niaga 2," ungkap Corporate Secretary ADHI, Kurnadi Gularso saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/6/2008).
Proyek pembangunan pasar Tanah Abang Blok B nilainya sebesar Rp 381,58 miliar. Proyek ini milik PT Putra Pratama Sukses. Pengerjaannya selama 540 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk proyek Griya Niaga 2 Project milik PT Niaga Manajemen Citra nilainya sebesar Rp 121,85 miliar. Rencananya dikerjakan selama 9 bulan sejak Mei 2008.
"Proyek-proyek tersebut bagian dari target kami memperoleh kontrak baru sebesar Rp 8 triliun pada tahun 2008 ini," ujar Kurnadi.
Pada tahun 2008 ini, kontrak carryover yang sedang dikerjakan sebesar Rp 6 triliun. Sehingga total nilai kontrak yang dimiliki perseroan tahun ini akan sebesar Rp 14 triliun.
"Per triwulan I 2008, total nilai kontrak baru yang sudah kami peroleh sebesar Rp 1,6 triliun," ulas Kurnadi.
Dari total target nilai kontrak baru sebesar Rp 8 triliun tersebut, sekitar 70% akan banyak diperoleh dari BUMN-BUMN, sedangkan sisanya 30% proyek-proyek dari perusahaan swasta.
Sementara dari total target kontrak sebesar Rp 14 triliun di 2008, realisasi yang akan masuk ke pembukuan penjualan tahun ini ditargetkan sebesar Rp 6,7 triliun.
"Dari angka Rp 6,7 triliun itu, sekitar 90% proyek-proyek dalam negeri, sisanya 10% proyek-proyek di luar negeri," ungkap Kurnadi.
Kurnadi mengungkapkan, proyek-proyek konstruksi yang sedang dikerjakan perseroan di luar negeri antara lain di Qatar, India, Oman, dan lain sebagainya.
Untuk laba bersih, pada tahun 2008 ini perseroan menargetkan sebesar Rp 107 miliar. Mengenai anggaran belanja (capital expenditure/capex) di 2008, perseroan menganggarkan sebesar Rp 30 miliar.
"Pendanaannya dari kas internal," ujar Kurnadi.
Mengenai rencana penerbitan saham baru (rights issue), Kurnadi mengungkapkan saat ini masih dalam pembicaraan perseroan.
"Kami masih menunggu DPR dan masih melihat kondisi pasar. Mudah-mudahan tahun ini prosesnya bisa dimulai. Kalau realisasi rights issue, mungkin baru tahun depan," jelas Kurnadi. (dro/ir)











































