XL Tender Offer Obligasi US$ 150 Juta

XL Tender Offer Obligasi US$ 150 Juta

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2008 10:02 WIB
XL Tender Offer Obligasi US$ 150 Juta
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) akan melakukan tender offer untuk pembelian obligasi dalam mata uang dolar AS senilai US$ 150 juta.

Pembelian kembali obligasi senilai US$ 150 juta adalah maksimum penawaran tender dari total obligasi yang dikeluarkan US$ 250 juta.

Obligasi yang diterbitkan anak usaha XL di Belanda yakni Excelcomindo Finance Company BV itu dicatatkan di bursa saham Singapura (SGX). Obligasi itu baru akan jatuh tempo 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana tender offer obligasi itu telah disampaikan XL ke otoritas SGX melalui "Consent Solicitation and Partial Tender Offer for its US$ 250 million 7.125% Guaranted Notes due 2013".

Corporate Secretary XL, Ike Andriani dalam laporannya ke Bapepam LK, Kamis (5/6/2008) mengatakan Consent Solicitation berlaku sejak diumumkan 2 Juni 2008 sampai 27 Juni 2008 pukul 5 sore waktu New York.

XL menunjuk Goldman Sachs (Singapore) Pte dan afiliasinya sebagai Solicitation Agent dan Dealer Manager dalam transaksi ini.

XL mengatakan aksi korporasi ini tidak akan mempengaruhi rating perusahaan yang berdasarkan Moody's mendapat peringkat Ba2 dengan outlook stabil.

Sementara Investor Relations XL, Sylvia Hardiman saat dihubungi detikFinance, Kamis (5/6/2008) mengatakan buy back obligasi ini merupakan bagian dari agenda perseroan untuk melakukan berbagai refinancing utang-utang, yang pada tahun 2008 ini dianggarkan sebesar US$ 600 juta.

"Anggaran untuk buy back termasuk dalam anggaran refinancing kami tahun ini yang sebesar US$ 600 juta," ujar Sylvia.

Total nilai outstanding debt XL saat ini sekitar Rp 9,66 triliun. Dari angka tersebut yang akan direfinancing tahun ini sebesar US$ 600 juta.

Sehubungan dengan itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 650 juta tahun 2008 ini. Pendanaannya kas internal US$ 300 juta dan pinjaman bank US$ 350 juta.

Dengan demikian kebutuhan pendanaan eksternal perseroan di tahun 2008 sebesar US$ 950 juta. Sebagian besar pendanaan telah diperoleh dari beberapa bank seperti Bank Mandiri Rp 4 triliun, Standard Chartered Bank Rp 1 triliun, BCA Rp 3 triliun dan DBS Vickers Securities Rp 700 miliar.

"Jadi pendanaan untuk buy back obligasi US$ 150 juta berasal dari pinjaman beberapa bank tersebut," jelas Sylvia.     

  (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads