Sektor Berprospek untuk Investasi Saham

Sektor Berprospek untuk Investasi Saham

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2008 17:24 WIB
Sektor Berprospek untuk Investasi Saham
Jakarta - Pasar saham Indonesia memang sedang lesu. Namun masih ada kesempatan besar untuk menanamkan investasi di sejumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Research Analyst Deutsche Bank Group Heriyanto Irawan, sektor yang masih bisa dilirik untuk investasi adalahΒ  sektor-sektor yang memcau pertumbuhan seperti sumber daya alam, peralatan berat, peralatan lainnya dan saham konsumen.

"Kami tetap yakin dan positif terhadap pasar saham Indonesia walaupun di tengah ketidakpastian prospek pertumbuhan masih tetap menarik terutama dengan valuasi yang ada. Kamimemiliki target indeks 12 bulan sebesar 3.000 dengan price earning ratio selama 12 bulan ke depan sebesar 15 kali," ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk investasi jangka pendek masih ada saham yang memiliki prospek di Indonesia antara lain di sektor perbankan dan telekomunikasi.

"Namun investor jangka pendek itu sangat tergantung dengan policy pemerintah, seperti untuk menahan ekspektasi inflasi ke depan," ujarnya.

Heriyanto juga memuji langkah BI dan pemerintah yang dinilainya sudah cukup bagus menjaga sentimen pasar.

"Namun suplai bottleneck (hambatan-hambatan pada suplai barang) harus dapat segera diatasi, nature inflasi saat ini berbeda dengan 10 tahun lalu, dimana saat ini demand tinggi tapi suplai tidak ada," katanya.

Dalam kesempatan itu, dijelaskan pula rencana Deutsche Bank Group untuk mengadakan "Corporate Equities" di Jakarta. Acara itu akan memfasilitasi pertemuan antara perusahaan lokal terkemuka di Indonesia dengan investor internasional dan lokal.

Acara yang berlangsung selama 2 hari itu akan menghasilkan 600 pertemuan antara perusahaan Indonesia dengan investor yang berpotensi meningkatkan investasi pada perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa saham Indonesia.

Acara ini membuka kesempatan bagi perusahaan lokal untuk membahas secara luas mengenai bisnis mereka, pengalaman di pasar lokal serta dampak isu global saat ini terhadap bisnis mereka. Acara ini diikuti oleh 26 perusahaan Indonesia yang akan bertemu dengan 70 investor institusional yang 75 persennya adalah investor internasional.

Chief Country Officer Deutsche Bank Indonesia Suresh Narang mengatakan perusahaan lokal terkemuka di Indonesia masih memiliki daya tarik yang besar bagi investor institusional untuk berinvestasi.

"Dalam acara ini kita ingin mempromosikan saham-saham perusahaan di Indonesia kepada para investor," jelasnya dalam

Sementara Heriyanto menambahkan, saham-saham corporate di Indonesia masih memiliki potensi yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang meskipun keadaan ekonomi makro tidak bagus baik di dalam maupun di luar negeri akibat krisis yang terjadi di dunia.

"Kehadiran lebih dari 50 investor institusional di acara ini membuktikan minat terhadap bursa lokal masih tetap tinggi. Investor melihat di tengah volatilitas pasar dunia yang tinggi pasar Indonesia masih mampu bertahan dan menjadi pasar dengan kinerja yang baik di Asia," katanya.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads