Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (6/6/2008) rupiah melemah 10 poin ke posisi 9.310 per dolar AS.
Sementara mata uang Kawasan kebanyakan menguat terhadap dolar AS seperti won Korea menguat 0,02%, dolar Singapura menguat 0,06%, dolar Taiwan menguat 0,16%. Sedangkan yen Jepang melemah 0,23%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang pertanyaan sulit, banyak dipertanyakan orang, mata uang regional cenderung menguat kok hanya rupiah yang melemah. Berbagai upaya telah kita lakukan termasuk recycling atau intervensi valuta asing saya kira cukup besar," kata Hartadi dalam acara Lokakarya Wartawan Bidang Ekonomi dan Moneter bertajuk 'Kebijakan dan Operasional Pengelolaan Moneter', di Hotel Santika, Yogyakarta, Jumat (6/6/2008).
Menurut Hartadi, beberapa hal yang menyebabkan rupiah belum terangkat dibandingkan dengan negara lain diataranya masalah tingkat kepercayaan investor menjelang kenaikan BBM, investment rating, bahkan tingkat besar-kecilnya pasar valas turut menentukan.
"Saya sendiri melihat pasar valas kita dibandingkan dengan pasar regional sangat kecil, sehingga apabila ada pergerakan sedikit saja di dalam kolam yang kecil apalagi ada pergerakan besar seperti Pertamina maka riaknya besar sekali, itu yang terjadi," tambahnya. (ir/qom)











































