Pasar Saham 'Mabok' Minyak

Pasar Saham 'Mabok' Minyak

- detikFinance
Sabtu, 07 Jun 2008 16:50 WIB
Pasar Saham Mabok Minyak
New York - Harga minyak mentah yang melejit hingga US$ 138 per barel membuat pasar saham di Wall Street kelimpungan. Minyak bikin mabok pelaku pasar di bursa utama dunia itu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/6/2008), pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS (6/6/2008) indeks Dow Jones  ambles hampir 400 poin tepatnya turun 394,64 poin (3,13%) ke level 12.209, 81.

Begitu juga dengan indeks teknologi Nasdaq yang turun 75,38 poin (2,96%) ke level 2.474,56 serta indeks S&P 500 turun 43,37 poin (3,09%) menjadi 1.360,68.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak Jumat mengalami kenaikan tertinggi hingga US$ 10 lebih karena adanya perkiraan dari Morgan Stanley bahwa harga minyak bakal menembus level US$ 150 per barel pada Juli mendatang.

Morgan Stanley memperkirakan kebutuhan minyak dunia akan meningkat seiring tingginya permintaan di Asia serta menjelang libur hari kemerdekaan (Independence Day) pada awal Juli nanti yang biasanya meningkatkan mobilitas kendaraan warga AS. Tidak tertutup kemungkinan harga BBM di AS pada Juli akan menjadi US$ 4 per galon yang saat ini masih di kisaran US$ 3,99 per galon (1 galon = 3,8 liter).       

Sentimen negatif minyak ini juga bersamaan dengan keluarnya data pengangguran di AS yang mencapai 5,5% di bulan Mei yang secara persentase merupakan angka pengangguran tertinggi bulanan selama 22 tahun.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah tenaga kerja berkurang 49.000 di bulan Mei dan angka pengangguran mencapai 324.000.

Pasar juga cemas terhadap pernyataan menteri transportasi Israel yang mengatakan serangan ke Iran kemungkinan tidak bisa dihindari karena sanksi terhadap Iran atas pengembangan nuklirnya tidak berhasil.

Laporan akan adanya pemogokan pekerja Chevron di Nigeria juga menambah sentimen di pasar selain adanya pelemahan dolar AS.
 
Jika harga minyak terus melambung pelaku pasar khawatir ekonomi AS makin tertekan dan daya beli masyarakat akan menurun karena harga BBM di AS akan mengikuti harga pasar. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads