Bursa Saham Terinjak Minyak

Bursa Saham Terinjak Minyak

- detikFinance
Senin, 09 Jun 2008 08:19 WIB
Bursa Saham Terinjak Minyak
Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah hingga menembus level US$ 38 per barel membuat bursa-bursa utama dunia kembali memerah. Sentimen negatif untuk gerak IHSG awal pekan ini.

Wall Street di akhir pekan lalu merosot tajam setelah harga minyak mentah dunia membuat lonjakan tertinggi menembus rekor US$ 138 per barel. Indeks Dow Jones merosot hingga 394,641 ke level 12.209,81.

Pelemahan bursa Wall Street itu langsung membuat bursa-bursa regional di awal pekan ini melemah. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Senin (9/6/2008) dibuka langsung melemah hingga 343,04 poin (2,37%) ke level 14.146,40.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kombinasi faktor seperti buruknya angka pengangguran AS yang dirilis Jumat lalu dan melonjaknya harga minyak dunia serta pasar saham Jepang yang sudah overheated sepertinya akan merontokkan bursa saham," ujar Hiroishi Nishi, general maneger Nikko Cordial Securities seperti dikutip dari AFP.

Pelemahan bursa-bursa utama dunia itu akan membuat laju pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia semakin gamang.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:

Indeks akhirnya hanya menguat 2 poin keposisi 2.402 setelah sebelumnya menguat tajam karena investor melepas saham disektor perbankan, dan otomotif. Selanjutnya indeks lebih banyak dipengaruhi bursa regional dengan kecenderungan mixed dikisaran 2.380- 2.430 serta saham pilihan: AALI, BUMI, UNSP, MEDC dan TINS.

eTrading Securities:

Bursa Indonesia pada penutupan akhir pekan lalu, kembali meneruskan penguatannya dengan menguat tipis 0,1% akibat aksi profit taking yang terjadi pada akhir sesi perdagangan. Namun pada akhir pekan kemarin, investor asing membukukan net buy mencapai sekitar Rp1 triliun. Hal ini memberi optimisme tersendiri, bahwa bursa Indonesia masih menarik bagi investor asing.

Sementara itu, harga minyak dunia pada penutupan Jumat kemarin, melonjak mencapai US$138/barrel akibat memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah, pemogokan pekerja Chevron di Nigeria, serta perkiraan meningkatnya konsumsi minyak US dan Asia. Terangkatnya harga minyak juga dipengaruhi oleh forecast dari Morgan Stanley bahwa harga minyak akan mencapai US$150/barrel dalam waktu dekat.

Akibat hal ini, Bursa Amerika ditutup melemah signifikan (Dow -3,1%; Nasdag -2,9%) pada akhir pekan kemarin, ditambah dengan data pengangguran bulan Mei yang melonjak mencapai 5,5% atau tertinggi sejak 22 tahun. Hampir semua sektor mengalami pelemahan, terutama sektor Finance, Consumer/retail dan bahkan Energi. Bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka melemah signifikan sekitar 1,5-2%.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan turut melemah seiring Bursa Regional dan memfaktorkan sentimen tingginya harga minyak. Namun saham-saham energi dan coal mining diperkirakan akan rebound pada akhir sesi perdagangan akibat diuntungkan oleh tingginya harga minyak. Kekhawatiran akan semakin besarnya defisit APBN akibat harga minyak yang jauh melampaui asumsi akan menjadi katalis indeks pada hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2350-2425.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads