Dalam acara yang diselenggarakan oleh Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Future Exchange/JFX) di hotel Grand Preanger, Jl Asia Afrika, Bandung, detikFinance mendapat kesempatan menjajal 'permainan' ini.
Namun tentu saja modal yang digunakan dalam kesempatan ini adalah modal imajiner, walaupun semua mekanisme transaksi yang dilakukan secara sungguhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komoditi yang diperdagangkan JFX ada dua yakni Olein (OLE) dan Emas (GOL). Namun yang diperdagangkan dalam simulasi ini adalah OLE.
Dalam perdagangan kontrak berjangka OLE, satuan Lot yang digunakan setara dengan 20 ton (20 ribu kilogram) OLE, berbeda dengan saham yang satu lotnya setara dengan 500 lembar saham.
Rentang perubahan harga mulai Rp 5-150 per kilogram dari harga transaksi terakhir (last price). Rentang waktu kontrak berjangka OLE adalah selama 6 bulan.
Keunikan Future Trading adalah instrumen yang diperdagangkan adalah kontrak pasokan dalam jangka waktu tertentu. Jika yang anda perdagangkan adalah OLE, maka yang anda perdagangkan adalah kontrak pasokan OLE selama 6 bulan.
Misalnya begini, anda memutuskan membeli kontrak berjangka OLE sebanyak 1 lot. Artinya anda memiliki kuasa atas pasokan OLE sebanyak 20 ton pada 6 bulan mendatang. Jika waktu 6 bulan jatuh tempo, anda bisa menukarnya dengan pasokan OLE sebanyak 20 ton. Akan tetapi, anda bisa juga menukarnya dengan uang, tentu saja mengacu pada harga OLE saat jatuh tempo.
Namun, 1 lot yang anda miliki tersebut bisa anda perdagangkan kembali di bursa berjangka selama belum jatuh tempo.
Nah, dalam simulasi ini detikFinance menjajal terjun ke transaksi bursa berjangka. Mekanisme transaksinya hampir mirip seperti saham. Dengan modal Rp 200 juta yang sudah dimasukkan dalam rekening transaksi, bisa digunakan untuk melakukan pembelian (Buy) atau penjualan (Sell).
Sebagai contoh, detikFinance membuka posisi beli 5 lot di harga Rp 7.750 per kilogram pada tanggal 7 Juni 2008. Tentu saja tidak langsung terjadi transaksi, tergantung apakah ada trader lain yang membuka posisi jual di harga yang sama.
Jika posisi harga beli (bid price) tidak bertemu dengan 'lawannya' tentu tidak terjadi transaksi. Jadi sangat penting memperhatikan rentang harga jual yang ditawarkan (offer price). Jika terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa-bisa bid beli tersebut tidak terserap.
Nah, seandainya sudah terserap, berarti transaksi tersebut masuk ke apa yang disebut Open Position (pada layar transaksi JFX ada di sebelah kanan bawah).
Jadi pada kolom tersebut, bisa dilihat Open Position transaksi sebanyak 5 lot di harga Rp 7.750 atau total sebanyak Rp 155 juta.
Satu hal yang perlu diingat, transaksi yang ada di Open Position harus ditutup. Caranya adalah dengan memberikan posisi jual. Misalnya, detikFinance memberikan posisi jual sebanyak 5 lot di harga Rp 7.800. Tentu saja harga jual yang ditawarkan (offer) harus dihitung dengan cermat. Jika tidak, bisa-bisa tidak terserap.
Setelah terserap, berarti transaksi beli yang ada di kolom Open Position akan hilang, artinya transaksi sudah ditutup.
Nah pertanyaannya kemudian adalah berapa keuntungan yang diperoleh detikFinance? Cara menghitungnya adalah selisih harga beli dan jual dikalikan dengan 5 lot, itulah keuntungan atau kerugian yang diperoleh.
Ilustrasinya (Rp 7.800 dikurangi Rp 7.750 = Rp 50) dikali 5 lot (5 dikali 20.000 kilogram = 100.000), atau Rp 50 dikali 100.000 = Rp 5 juta. Sebesar itulah keuntungan yang diperoleh.
Namun tidak semua transaksi yang dilakukan bisa mendatangkan keuntungan. Ada kalanya salah memprediksi harga sehingga menyebabkan kerugian yang terkadang tidak tanggung-tanggung besarnya.
Dalam permainan ini, anda harus pandai-pandai memprediksi langkah apa yang harus diambil sehingga bisa meraup untung yang besar. Salah langkah bisa mengalami kerugian yang untuk melunasinya bisa sampai jual mobil atau rumah.
Sama dengan bermain saham, pisau analisa yang bisa digunakan untuk memprediksi pasar bisa dengan analisis teknikal maupun analisis fundamental.
Bermain dalam transaksi kontrak berjangka memiliki resiko yang sama besarnya dengan transaksi saham. Jadi harus cermat dan hati-hati.
(dro/qom)











































