Saham Adaro Dibandrol Rp 1.100

Saham Adaro Dibandrol Rp 1.100

- detikFinance
Senin, 09 Jun 2008 08:47 WIB
Saham Adaro Dibandrol Rp 1.100
Jakarta - Harga saham IPO PT Adaro Energy Tbk dipatok Rp 1.100 per saham. Dengan jumlah saham yang dijual sebanyak 11,139 miliar saham atau 34,83%, Adaro bisa meraup dana Rp 12,3 triliun.

Minat awal pemesanan saham perdana dalam proses bookbuilding IPO PT Adaro Energy Tbk yang berlangsung sejak tanggal 26 Mei 2008 sampai dengan 5 Juni 2008 telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,57x.

Permintaan awal saham tersebut sebagian besar berasal dari kalangan investor asing yang mencapai hingga 81,3% dari total permintaan sedangkan sisanya sebesar 18,7% berasal dari kalangan investor lokal, yang sebagian besar didominasi oleh investor institusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga final per saham tersebut kami tetapkan bersama dengan Manajemen Adaro Energy setelah melakukan analisa mendalam dari hasil Book Building yang berlangsung dari tanggal 26 Mei hingga 5 Juni 2008," demikian ungkap Houston Jusuf, Managing Director PT Danatama Makmur, sebagai Penjamin Pelaksana Emisi (lead managing underwriter) proses Go Public Adaro Energy, Senin (9/6/2008).

Adaro berharap dapat memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK pada tanggal 20 Juni 2008, sehingga masa penawaran akan dapat dilakukan pada tanggal 24 hingga 26 Juni 2008, dan diharapkan dapat tercatat sebagai emiten di BEI di awal Juli 2008.

"Antusiasme yang sangat tinggi dari berbagai kalangan calon investor menunjukan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kinerja dan potensi dari Adaro Energy." ujar Houston.

Proses IPO Adaro Energy ini juga didukung sepenuhnya oleh UBS AG, Morgan Stanley dan DBS Bank selaku International Placement Agents beserta seluruh anggota Sindikasi Penjamin Emisi yang mencapai hingga 49 Anggota Bursa.

"Kami bangga karena ini merupakan IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Boy Garibaldi Thohir.

Mayoritas pemasukan dana dari penjualan saham Adaro Energy akan digunakan untuk membeli kepemilikan secara tidak langsung atas 33% saham PT Adaro Indonesia (Adaro), sebesar 33% saham PT Indonesia Bulk Terminal (IBT) dan 36% saham Coaltrade Services International Pte Ltd (Coaltrade) dari para pemegang saham asing. Ketiga perusahaan tersebut merupakan bagian dari unit-unit usaha strategis Perseroan.
 
Selain untuk  mengakuisisi kepemilikan efektif pemegang saham asing di Adaro yakni IBT dan Coaltrade, sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar kewajiban utang anak perusahaan perseroan, untuk biaya ekspansi anak perusahaan dan konsolidasi secara lebih menyeluruh unit usaha strategis perusahaan lainnya.

Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara terintegrasi terbesar di Indonesia, yang terdiri dari unit usaha strategis bidang pertambangan dan perdagangan batubara, jasa kontraktor penambangan serta infrastruktur dan logistik batubara.

Adaro Energy melalui anak perusahaannya, Adaro, juga merupakan tambang batubara tunggal terbuka terbesar di belahan dunia bagian Selatan. Wilayah pertambangan Adaro yang berlokasi di Kalimantan Selatan seluas 34.940 hektar, dengan hak untuk melakukan kegiatan pertambangan hingga tahun 2022. Cadangan  batubara milik Adaro mencapai 928 juta ton dengan sumber daya yang diperkirakan mencapai 2.803 juta ton. Kapasitas produksi batubara Adaro Energy saat ini mencapai 40 juta ton per tahun dengan rencana peningkatan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton dalam waktu 5 tahun mendatang.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads