Qtel Beli di Harga Premium, Saham Indosat Bisa Melesat

Qtel Beli di Harga Premium, Saham Indosat Bisa Melesat

- detikFinance
Senin, 09 Jun 2008 09:48 WIB
Qtel Beli di Harga Premium, Saham Indosat Bisa Melesat
Jakarta - Saham PT Indosat Tbk (ISAT) berpotensi melesat hingga ke level Rp 7.000-an dalam waktu singkat setelah Qatar Telecom (Qtel) membeli 40,8% saham milik Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia).

Namun untuk Senin ini (9/6/2008), investor harus 'tiarap' dulu melakukan transaksi saham Indosat. Ini karena otoritas Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara atau suspensi saham PT Indosat Tbk sejak sesi I pada 9 Juni 2008 di seluruh pasar.

"Kalau tidak disuspensi harganya bisa langsung bergerak cepat, jadi mungkin BEI ingin minta kejelasan dulu soal transaksi Qtel dan STT ini," kata pengamat saham Adrian Rusmano dalam perbincangannya dengan detikFinance, Senin (9/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adrian mengatakan dengan pembelian 40,8% saham Indosat milik STT oleh Qtel di harga US$ 1,8 miliar maka harga per sahamnya menjadi Rp 7.385 per saham. Harga ini lebih tinggi atau premium dari harga saham Indosat pada penutupan perdagangan saham Jumat (6/6/2008) di level 5.650 per saham.

"Harga saham Indosat bisa mengikuti harga pembelian Qtel di level Rp 7.000-an, bahkan masih punya potensi upside hingga 15% lagi yang akan terjadi dalam jangka waktu 6 bulan," kata Adrian.

Diakui Adrian, pembelian saham Indosat milik STT oleh Qtel akan memberikan sentimen positif di pasar. Pertama, karena Qtel adalah pemain telekomunikasi besar di dunia yang memiliki 44 juta konsumen yang tersebar di 16 negara.

Kedua, sumber pendanaan Qtel tidak diragukan apalagi negeri petro dolar itu sedang kebanjiran untung dari tingginya harga minyak.

"Pendanaan yang kuat akan membuat Indosat lebih baik dalam melakukan ekspansinya. Karena STT dalam 3 tahun terakhir terlihat lebih hati-hati ekspansinya dibanding Malaysia Telekom di XL misalnya," tutur Adrian.

Adrian memperkirakan, saham telekomunikasi yang bisa ikut tertular sentimen positif ini adalah Telkom. "Bisa membuat saham Telkom juga naik, pasar sedang menunggu akan diapakan saham Singtel di Telkomsel," katanya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads