Transaksi Qtel Tersangkut Hukum, Saham Indosat Bakal Tertekan

Transaksi Qtel Tersangkut Hukum, Saham Indosat Bakal Tertekan

- detikFinance
Senin, 09 Jun 2008 10:51 WIB
Transaksi Qtel Tersangkut Hukum, Saham Indosat Bakal Tertekan
Jakarta - Menyusul transaksi pembelian saham oleh Qatar Telecom (Qtel), Saham PT Indosat Tbk (ISAT) masih akan tertekan hingga beberapa pekan ke depan. Transaksi pembelian oleh Qtel dinilai masih sarat masalah hukum.

"Melihat perkembangan beberapa minggu terakhir ini, tren saham Indosat masih akan turun karena adanya tekanan jual yang cukup tinggi. Jadi saya lihat tren penurunan ini masih akan berlanjut, apalagi menurut KPPU transaksi Qtel ini masih tersangkut masalah hukum," kata analis dari BNI Securities, Alfatih dalam perbincangannya dengan detikFinance, Senin (9/6/2008).

Menurut Alfatih, KPPU telah menilai masih ada afiliasi antara Qtel dengan pemilik sebelumnya yakni STT. Temasek memiliki saham Indosat melalui Asia Mobile Holdings Pte Ltd (AMH). Pada kuartal I-2007, Qtel membeli 25% saham STT di Asia Mobile Holdings Pte Ltd.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada beberapa masalah hukum yang harus diselesaikan lebih dahulu. Saya lihat sentimen masih belum positif, namun kalau semua transaksi sudah dipenuhi dan ada perbaikan-perbaikan manajemen, baru akan kembali naik," katanya.

Sementara analis BNI Securities Ahmad Nurcahyadi menambahkan, penjualan ini akan membawa perubahan signifikan pada saham Indosat.

"Namun karena belum ada informasi akan dibeli pada harga berapa, jadi masih belum bisa dipastikan. Apalagi ini butuh proses karena penjualannya di atas 25%," tuturnya.

Setelah mengalami gejolak untuk beberapa saat, saham Indosat selanjutnya diprediksi akan mengalami kenaikan.

"Namun saya kira ini akan naik karena saya kira ini momentum yang bisa mendorong saham Indosat. Hal itu bisa dilihat dari hari ini kan saham Indosat disuspen, jadi itu menunjukkan reaksi dipasar," pungkasnya.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads