Sebagai pemilik baru, Qtel akan hati-hati melakukan pergantian manajemen agar tidak menimbulkan gejolak pasar.
Demikian diungkapkan oleh Komisaris Independen Indosat, Setyanto P. Santosa dalam pesan singkatnya ke detikFinance, Senin (9/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indosat sendiri baru saja melakukan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 5 Juni 2008. Rapat dengan salah satu agenda perombakan komisaris itu, dilakukan satu hari sebelum terjadi transaksi pembelian saham Indosat oleh Qtel senilai US$ 1,8 miliar dari STT.
Gara-gara perombakan komisaris tersebut untuk periode 2008-2012, pasar menduga STT akan bertahan lama di Indosat meski sedang berpolemik dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang kepemilikan silang sahamnya di Indosat dan Telkomsel.
Namun pada 7 Juni 2008 pasar dikejutkan oleh pengumuman pengambilalihan saham Indosat milik STT oleh Qtel yang operasinya berlangsung rapi dan tidak tercium pasar.
Pada RUPST Indosat 5 Juni 2008 ditetapkan susunan lengkap komisaris Indosat periode 2008-2012:
Komisaris Utama: Peter Seah Lim Huat (wakil STT)
Komisaris: Jarman, Rionald Silaban, Sio Tat Hiang, Sum Soon Lim, Sheikh Mohammed Bin Suhaim Hamad Al-Thani. Komisaris Independen: Lim Ah Doo, Setyanto P. Santosa, Soeprapto, George Thia.
Sedangkan susunan direksi Indosat saat ini adalah:
Direktur Utama: Johnny Swandi Sjam
Wakil Direktur Utama: Dr. Kaizad Bomi Heerjee
Direktur: Wahyu Wijayadi, Raymond Tan Kim Meng, Fadzri Sentosa, Syakieb A Sungkar, Wong Heang Tuck, Roy Kannan, Guntur S. Siboro.
(ir/ddn)











































