"Jadi ini bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan investasi di Indonesia. Dari segi iklim investasi masuknya Qatar ini bagus sekali," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil usai bertemu Group Chairman Qtel Sheikh Abdullah Al Thani di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (9/6/2008).
Pemerintah tidak dalam posisi menolak atau menyetujui pengambilalihan saham itu. "Jadi kita tidak ada posisi menolak, kita senang dengan masuknya Qtel dan pemerintah juga tidak berhak bilang ya atau tidak, karena ini urusan antara STT dan Qtel," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pun memang pemerintah punya uang kenapa harus membeli perusahaan yang tidak mempunyai nilai tambah untuk tenaga kerja, mendingan kita bangun PLTU yang penyerapan tenaga kerjanya besar, jadi menurut pemerintah perusahaan ini tidak punya nilai tambah lagi," ujarnya.
Mengenai kasus hukum Temasek di Mahkamah Agung, Sofyan tidak bisa mengomentari. "Pokoknya deal sudah selesai," ujarnya.
Sofyan tidak bisa menilai apakah penjualan saham STT itu dilakukan karena STT kecewa dengan kasus hukumnya di Indonesia ataukah karena mendapat untung yang besar.
"Saya tidak bisa menilai apakah dia menjual karena kecewa atau karena marginnya bagus, kan marginnya tinggi sekali tuh," ujarnya.
Pemerintah sendiri tidak akan menjual sisa sahamnya di Indosat. "Pemerintah tidak akan jual dan kita tidak butuh uang," ujarnya.
(ddn/ir)











































