ADVERTISEMENT

Grup Bakrie Boyongan ke Bakrie Tower 2009

- detikFinance
Senin, 09 Jun 2008 13:41 WIB
Jakarta - Seluruh perusahaan terafiliasi Grup Bakrie akan segera memindahkan kantornya ke Bakrie Tower yang berada di kompleks Rasuna Epicentrum pada Januari 2009 mendatang.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), Hiramsyah S Thaib. dalam acara peluncuran Bakrie Tower di komplek Rasuna Epicentrum, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (9/6/2008).

Dalam kesempatan tersebut, ELTY mengumumkan peluncuran Bakrie Tower. Peluncuran ini menandakan rampungnya konstruksi tahap I megaproyek Rasuna Epicentrum.

"Topping Off Rasuna Epicentrum tahap I telah rampung dengan diluncurkannya Bakrie Tower," ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib.

Megaproyek Rasuna Epicentrum merupakan proyek milik Grup Bakrie yang ditargetkan rampung pada tahun 2014. Pengerjaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap satu ditargetkan rampung pada 2011 dan tahap dua rampung 2014.

Untuk tahap satu, ELTY menghabiskan dana sekitar Rp 5 triliun. Secara bertahap hingga 2011, ELTY akan meluncurkan towernya satu per satu.

"Bakrie Tower rampung Januari 2009 mendatang. Rencananya seluruh kantor grup Bakrie akan pindah ke Bakrie Tower Januari nanti," ulas Hiramsyah.

Untuk pengerjaan Rasuna Epicentrum tahap dua, ELTY menggandeng perusahaan kontraktor raksasa asal Dubai, Limitless LLC yang sebelumnya telah mengakuisisi 30% saham di 3 anak usaha ELTY.

Total nilai divestasi tersebut sebesar Rp 1 triliun. Rinciannya PT Bumi Daya Makmur Rp 130,13 miliar, PT Superwish Perkasa Rp 176,54 miliar dan PT Bakrie Swasakti Utama Rp 274,425 miliar. Kemudian ditambah pengalihan piutang sebesar Rp 419,904 miliar.

Dengan masuknya dana dari Limitless, posisi kas internal ELTY bertambah menjadi Rp 5,2 triliun dari sebelumnya Rp 4,2 triliun.

"Untuk pengerjaan Rasuna tahap dua dana yang dibutuhkan sekitar Rp 5-6 triliun," ungkap Hiramsyah.

Komposisi pendanaannya 30% kas internal atau sekitar Rp 1,5-1,8 triliun. Sedangkan sisanya 70% pendanaan eksternal atau sekitar Rp 4,2-4,5 triliun.

Hiramsyah mengatakan untuk pendanaan internal tidak ada masalah, karena posisi kas internal perseroan masih lebih dari cukup. Untuk pendanaan eksternal sebesar Rp 4,2-4,5 triliun komposisinya dari pra penjualan sekitar Rp 1,5 triliun, contractor financing Rp 1,5 triliun dan sisanya sekitar Rp 1,4-1,5 triliun dari pinjaman bank.

"Kami sudah memiliki standby loan facility sebesar Rp 2-2,5 triliun dari 7 bank lokal maupun asing. Jadi secara umum pendanaan tidak ada masalah," jelas Hiramsyah. (dro/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT