IPO Kertas Basuki Rachmat Tawarkan Harga Saham Rp 250-280

IPO Kertas Basuki Rachmat Tawarkan Harga Saham Rp 250-280

- detikFinance
Selasa, 10 Jun 2008 10:02 WIB
IPO Kertas Basuki Rachmat Tawarkan Harga Saham Rp 250-280
Jakarta - Harga saham IPO PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk ditawarkan dikisaran Rp 250-280 per saham. Rencananya saham perusahaan kertas itu akan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Juli 2008.

"Harga saham yang kita tawarkan Rp 250-280 per saham," kata Ferdinand Terdy, Vice President Investment Banking PT Henan Putihrai ketika dihubungi detikFinance, Selasa (10/6/2008). PT Henan Putihrai adalah penjamin pelaksana emisi PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.

Menurut Ferdinand, rencana bookbuilding akan dilakukan sampai 12 Juni 2008. Perkiraan pernyataan efektif akan keluar sekitar 18 Juni dan masa penawaran 23-25 Juni 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah saham yang dilepas 1,360 miliar saham seri B atau setara dengan 21,38%. Saham yang dilepas itu memiliki nilai nominal Rp 100.

Selain saham pada saat bersamaan perseroan juga melepas waran sebanyak 1,088 miliar waran seri I yang menyertai penerbitan saham seri B.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma yaitu setiap pemegang 5 saham baru akan mendapat 4 waran, dimana setiap 1 waran memberikan hak untuk membeli saham baru. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu 3 tahun.

PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk mempunyai tiga anak usaha yaitu PT Kertas Basuki Rachmat (KBR) yang berbasis di Banyuwangi. Perusahaan juga memiliki PT Kertas Blabak di Magelang dan PT HTI Basuki Rahmat.

Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk dana pengambilalihan 65,9% saham di KBR dan untuk modal kerja. Sedangkan dana hasil penjualan waran untuk tambahan modal kerja di perseroan dan KBR.

Pemegang saham setelah IPO adalah pemegang saham pendiri seri A yaitu Boediono 45,27%, PT Malindo Nusantara Cemerlang 33,33%, Yusuf Ardhi 0,02% serta masyarakat (saham seri B) 21,38%.

Pada 31 Desember 2007 perseroan memiliki total aset Rp 1,306 triliun. Pendapatan usaha Rp 201,317 miliar dan rugi bersih Rp 57,779 miliar.
(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads