Ancol Garap Kawasan Terpadu

Ancol Garap Kawasan Terpadu

- detikFinance
Selasa, 10 Jun 2008 13:03 WIB
Ancol Garap Kawasan Terpadu
Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana membangun kawasan terpadu (superblok) seluas 19 hektar di kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara.

"Tahun ini kami berencana membangun kawasan terpadu seluas 19 hektar di Ancol Barat," ungkap Direktur Utama PJAA, Budi Karya Sumadi usai RUPS Tahunan di Cordova Tower, Jl Pasir Putih, Ancol, Selasa (10/6/2008).

Dalam proyek tersebut, PJAA akan membangun apartemen, hotel dan ritel seluas 8,5 hektar, ditambah pembangunan residensial seluas 10,5 hektar. Rencananya, kawasan terpadu tersebut akan menggunakkan land bank yang masih dimiliki perseroan saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Total land bank yang masih kami miliki sekitar 70 hektar. Jadi investasi pembangunan kawasan terpadu tersebut tidak memerlukan pembelian tanah," ulas Budi.

Perkiraan kasar nilai investasinya kurang lebih sebesar Rp 500 miliar, terdiri dari pembangunan perumahan sebesar Rp 50 miliar, apartemen Rp 100-150 miliar dan hotel Rp 300 miliar.

"Untuk investasi hotel sebesar Rp 300 miliar, kami bekerja sama dengan pihak lain. Jadi itu akan ditanggung oleh pihak investor, kami menyediakan lahannya. Investornya perusahaan minyak. Belum bisa kami sebutkan namanya," ujar Budi.

Mengenai pendanaan, Budi mengatakan akan menggunakan kas internal perseroan yang saat ini ada sekitar Rp 200 miliar, ditambah perolehan dana hasil pra penjualan nanti.

"Pengerjaannya diharapkan bisa dimulai pada November 2008 mendatang, dan ditargetkan rampung dalam 18 bulan, sekitar 2010," ungkap Budi.

Selain proyek pengerjaan kawasan terpadu, PJAA juga sedang membidik kawasan pulau Bintan untuk membangun kawasan rekreasi serupa Ancol.

"Sudah ada beberapa lokasi yang kami lihat di Bintan. Kami juga sudah melakukan pembicaraan dengan pihak yang memiliki lahan disana. Namun pembicaraan belum sampai tahap nilai investasi," papar Budi.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads