Sebelumnya, Truba Jaya menargetkan perolehan dana IPO sebesar Rp 384-576 milliar, dengan melepas 21,05% sahamnya ke publik. Dalam rencana tersebut, pemilik saham baru akan mendapatkan insentif waran dengan rasio 1:1. Sehingga total target perolehan dana dari IPO beserta waran sekitar Rp 800-900 miliar.
Rencananya dana hasil IPO akan digunakan sebanyak 75% untuk pembiayaan pengembangan proyek-proyek konstruksi, dan proyek terkait lainnya. Sedangkan, 25% sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Sementara, dana hasil penawaran waran seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur TRUB, Sidarta Sidik, sebelumnya mengungkapkan bahwa kontribusi Truba Jaya ke TRUB sebesar 75%. Menurut peraturan otoritas bursa, suatu perusahaan tidak melaksanakan IPO jika masih memiliki keterkaitan keuangan dengan emiten lainnya yang sudah tercatat di BEI, dalam kasus ini TRUB.
Oleh karena itu, TRUB harus dapat mengurangi kontribusi keuangan dari Truba Jaya minimal dibawah 50% agar bisa IPO. Namun, Gamala memastikan bahwa rencana tersebut belum bisa dilaksanakan tahun 2008 ini.
"Per triwulan I 2008 lalu, kontribusi Truba Jaya masih sekitar 70%. TRUB membutuhkan kontribusi produksi lebih besar agar mengurangi kontribusi dari Truba Jaya," jelas Gamala.
Untuk itu, TRUB saat ini sedang melakukan ekspansi ke sektor batubara dan menggenjot pengerjaan berbagai proyek Independent Power Producer (IPP) pada tahun ini.
"Saat ini kami sedang menggarap 6 power plant dengan kapasitas 924 MW dan berencana menggarap 3 power plant baru dengan kapasitas hampir 900 MW," ulas Gamala.
Namun Gamala mengungkapkan 3 power plant baru tersebut hingga kini belum memperoleh pendanaan, sehingga belum dapat dikerjakan.
"Apalagi Global Bond kemarin kami tunda penerbitannya karena pasar yang kurang baik," ujar Gamala.
Akibatnya, pengerjaan 3 power plant baru tersebut agak terhambat. Namun, jika pendanaan sudah diperoleh dapat segera dikerjakan, sehingga diharapkan dapat mengurangi kontribusi Truba Jaya ke TRUB.
"Terhambatnya pengerjaan 3 power plant baru tersebut, juga menjadi salah satu faktor penyebab penundaan IPO Truba Jaya hingga sekitar akhir 2009," papar Gamala.
(dro/ir)











































