Lepaskan Rangkap Jabatan, Darmin Ingin Beri Contoh yang Baik

Lepaskan Rangkap Jabatan, Darmin Ingin Beri Contoh yang Baik

- detikFinance
Rabu, 11 Jun 2008 13:15 WIB
Lepaskan Rangkap Jabatan, Darmin Ingin Beri Contoh yang Baik
Jakarta - Dirjen Pajak Darmin Nasution akhirnya melepaskan rangkap jabatannya sebagai komisaris utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Darmin mengaku ingin memberi contoh yang baik.

Pengunduran diri itu akhirnya diputuskan Darmin setelah melalui berbagai pertimbangan. Rencananya, Darmin akan segera membuat surat resmi pengunduran dirinya.

"Tidak ada desakan dari manapun," ujar Darmin kepada wartawan di Gedung Juanda Depkeu, Jakarta, Rabu (11/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RUPS BEI pada 6 Juni lalu telah menyetujui pengangkatan Darmin Nasution sebagai Komut BEI. Namun belakangan mencuat masalah rangkap jabatan pejabat yang juga disorot oleh KPK.

KPK bahkan sebelumnya mengusulkan agar rangkap jabatan pejabat pemerintah dilepaskan karena dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Keinginan KPK itu disambut baik oleh Menkeu Sri Mulyani.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu sebelumnya mengatakan, larangan rangkap jabatan memang ada meski tidak tertulis. Aturan itu diterapkan agar tidak ada konflik kepentingan. Anggito yang juga menjabat sebagai komisaris Telkom ini mengaku tidak digaji dan hanya menjalankan tugas demi menghindari konflik kepentingan.

Darmin menjelaskan, aturan mengenai rangkap jabatan ini memang masih simpang siur. Belum ada aturan yang tegas melarang rangkap jabatan.

"Ada yang bilang bisa, ada ada yang bilang tidak. Situasi ini butuh kebijakan yang lebih tinggi, untuk itu saya mengundurkan diri sebagai jabatan Komut BEI," ujar Darmin yang mengaku ingin menyukseskan reformasi birokrasi di Depkeu.

Darmin selanjutnya tak mau berkomentar lebih jauh mengenai banyaknya pejabat negara yang masih menduduki rangkap jabatan. Darmin juga mengaku tidak tersinggung mengenai adanya pihak yang memojokkan dirinya terkait rangkap jabatan ini.

"Saya mintaa maaf kepada masyarakat pasar modal karena hal ini menimbulkan ketidaknyamanan disana," pungkasnya.

(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads