"Green shoe akan dieksekusi jika pergerakan harga saham lebih rendah dari IPO," ujar Direktur Investment Banking PT Indo Premier Securities, Hartono Hadi, disela pencatatan perdana saham INDY di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
Green Shoe adalah penambahan jumlah penawaran saham oleh penjamin emisi ketika melakukan penawaran saham. Tujuan green shoe biasanya untuk mengurangi volatilitas harga saham setelah pencatatan saham di bursa. Green shoe juga bisa digunakan untuk menstabilkan harga saham ketika sedang anjlok.
Hartono menjelaskan jika pergerakan harga saham INDY selama 30 hari perdagangan tidak menurun lebih rendah dari harga IPO Rp 2.950 per lembar, maka green shoe akan dikembalikan kepada pemilik saham yang lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini perseroan telah mengidentifikasi beberapa proyek potensial di dalam negeri senilai US$ 4,4 miliar. Azis mengungkapkan proyek tersebut antara lain EPC (Engineering Procurement Construction/rancang bangun) proyek PLN, EPC proyek minyak dan gas, serta proyek petro chemicals.
"Ada 2 proyek yang sedang prekualifikasi, yaitu kontrak EPC," ujarnya.
Sayangnya, ia belum dapat memberikan informasi mengenai nilai proyek yang sedang diajukan tersebut. (dro/ir)











































