Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar menyatakannya disela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
"Sekitar Rp 3 triliun, mungkin kuartal ketiga ini," jelasnya ketika ditanya mengenai obligasi tersebut.
Wadirut PLN Rudiantara menjelaskan, dana yang dihimpun dari obligasi ini akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan.
Sebelumnya PLN juga pernah berniat menerbitkan obligasi dalam bentuk valas. Namun niat ini urung dilakukan karena pasar yang tidak stabil.
"Kalau kita lihat pasar sekarang masih bergejolak. Jadi mungkin kalau obligasi valas kita nggak dulu," kata Rudiantara. (lih/qom)











































