Bursa Saham Kembali Rontok

Bursa Saham Kembali Rontok

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2008 08:23 WIB
Bursa Saham Kembali Rontok
Jakarta - Pasar saham dunia berguguran lagi setelah harga minyak mentah dunia melonjak mendekati rekor tertingginya. Investor kian mencemaskan dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi dunia.

Pada perdagangan Rabu (11/6/2008), Wall Street kembali merosot tajam. Indeks Dow Jones ditutuo merosot hingga 205,99 poin (1,68%) ke level 12.083,77. Nasdaq juga melemah hingga 54,93 poin (2,24%) ke level 2.394,01.

"Jatuhnya saham-saham karena pialang fokus pada inflasi, tingginya harga minyak, merosotnya dolar dan juga prospek naiknya suku bunga diseluruh dunia," ujar Al Goldman anals dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak kemarin ditutup kembali melonjak 5,07 dolar ke level US4 136,38 per barel menyusul anjloknya cadangan minyak AS.

Pelemahan Wall Street langsung diikuti oleh bursa-bursa regional. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo pada 30 menit awal perdagangan Kamis (12/6/2008) dibuka langsung merosot hingga 328,13 poin (2,31%) ke level 13.855,35.

"Investor melakukan aksi jual atas saham-saham di Jepang mengikuti pasar AS dan Eropa," ujar Daisuke Uno, analis dari Sumitomo Mitsui Banking Corp.

Jatuhnya bursa-bursa utama dunia itu akan menjadi sentimen negatif yang akan menyeret IHSG ke teritori negatif. Investor semakin hati-hati dan untuk sementara memilih untuk keluar dari pasar saham.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:


Indeks akhirnya hanya menguat 0.9 poin keposisi 2.374 dimana listing saham baru INDY belum mampu menopang indeks. Investor asing mencatat net sell Rp 600 miliar. Indeks mengantisipasi RUPS beberapa emiten dan diperkirakan melemah dikisaran 2.350-2.380 dengan saham pilihan: AALI, PGAS, UNVR, TINS, dan BBRI.

eTrading Securities:


Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil menguat tipis setelah bergerak cukup volatile pada intraday. Indeks ditutup menguat 0,04% di level 2374,78. Minimnya sentimen dalam negeri membuat bursa Indonesia bergerak terbatas dan lebih memfaktorkan sentimen global dan regional.

Sementara Bursa US kembali mengalami koreksi tajam setelah harga minyak dunia kembali meroket menyentuh level US$136,3/barrel. Hal ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor US akan tingginya inflasi dan berkurangnya porsi konsumsi masyarakat yang berdampak pada pelemahan ekonomi US.

Pidato gubernur The Fed, Ben Bernanke, yang menyatakan perlambatan ekonomi global akibat tingginya inflasi dan high energy cost turut membawa sentimen negatif ke bursa US. Indeks Dow Jones melemah 205,9 poin (1.68%) pada perdagangan semalam. Terkait hal ini, mayoritas Bursa Regional kembali dibuka terkoreksi sekitar 1-1,5% setelah kemarin sempat rebound.

Sentimen global dan regional diperkirakan akan membawa indeks melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Sektor Banking akan kembali tertekan terkait lemahnya kinerja sektor ini pada 4 bulan pertama 2008. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2350-2400.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads