Sinar Mas Multiartha Siapkan Rights Issue

Sinar Mas Multiartha Siapkan Rights Issue

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2008 14:31 WIB
Jakarta - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) berencana melakukan penawaran umum saham terbatas (rights issue) sebanyak 966,427 juta saham senilai Rp 96,642 miliar untuk modal kerja dan pelunasan hutang perseroan.

"Perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV dalam rangka menggalang dana untuk modal kerja dan pelunasan hutang perseroan," kata Direktur SMMA Kurniawan Udjaja dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Kamis (12/6/2008.

Dalam rencana tersebut, SMMA akan menerbitkan saham baru sebanyak 966,427 juta lembar, dengan target perolehan dana sebesar Rp 96,642 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rights issue akan disertai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham perseroan untuk membeli saham seri B dengan nilai nominal Rp 100 dan rasio 10 : 2," ujar Kurniawan.

Dalam rencana tersebut, perseroan juga akan memberikan waran seri IV secara cuma-cuma sebanyak 1,449 miliar lembar. Waran ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham seri B bernilai nominal Rp 100 per saham degan harga pelaksanaan Rp 500.

Dari transaksi ini perseroan menargetkan perolehan dana Rp 724,820 miliar. Kurniawan mengatakan, jika saham seri B tidak seluruhnya diambil pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya secara proporsional berdasarkan waktu pemesanan.

Jika masih terdapat sisa, maka PT Sinar Mas Tunggal sebagai pembeli siaga (stand by buyer) akan membeli sisa saham tersebut dengan harga penawaran Rp 100.

Dari perolehan dana rights issue, sekitar Rp 7 miliar atau 7,24% akan digunakan untuk pembayaran utang kepada Bank Sinarmas. Saat ini, perseroan memiliki fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sinarmas senilai Rp 9 miliar dengan tingkat bunga 10% per tahun yang akan jatuh tempo pada Februari 2009.

"Dana hasil kredit digunakan untuk membangun gedung perseroan," katanya.

Sementara sisanya sebesar Rp 89,643 miliar atau 92,86% dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja dan tambahan investasi pada anak usaha perseroan.

Selain itu, dana rights issue juga akan digunakan untuk investasi di perusahaan lain. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai perusahaan tersebut.

"Pokoknya perusahaan yang dianggap baik dan layak," katanya.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads