Perdana Karya Genjot Produksi Batubara

Perdana Karya Genjot Produksi Batubara

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2008 17:44 WIB
Jakarta - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) berencana meningkatkan kapasitas produksi batubara dua tambangnya, menyusul belum selesainya penangguhan operasi tambang Semoi.

"Juli mendatang kami akan tingkatkan kapasitas produksi di tambang Bantuas dan Dondang untuk mencapai target produksi tahun 2008 ini," ujar Direktur Utama PKPK, Soerjadi, usai RUPS Tahunan di Hotel Intercontinnental, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (12/6/2008).

Saat ini, kuasa pertambangan (KP) yang dimiliki PKPK ada di 4 tambang yaitu, Semoi, Bantuas, Dondang dan L3, dengan total cadangan terbukti (reserve) sebanyak 3,5 juta ton. Namun KP tambang Semoi ditangguhkan pada 2007 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penangguhan tersebut, terkait adanya tudingan dari Sultan Kutai yang mengklaim KP Semoi beroperasi di atas tanah miliknya. Saat ini kasus tersebut masih di pengadilan negeri Kaltim," jelas Soerjadi.

Akibat penangguhan tersebut, pada tahun 2007 lalu PKPK tidak berhasil mencapai target produksinya.

"Tahun lalu kami hanya berhasil memproduksi 53,33% dari target kami sebanyak 600 ribu ton. Oleh karena itu, tahun ini kami akan meningkatkan kapasitas produksi di KP Bantuas dan Dondang," ulas Soerjadi.

Perseroan menargetkan produksi batubara sebanyak 800 ribu ton tahun 2008 ini. Mengenai pendanaan yang dibutuhkan perseroan untuk keperluan ini sekitar Rp 500 miliar.

"Kebutuhan dana kami selama dua tahun ke depan sekitar Rp 500 miliar. Dana tersebut termasuk untuk meningkatkan kapasitas produksi dua tambang tadi," papar Soerjadi.

Untuk pendanaan tersebut, perseroan saat ini sedang menjajaki penerbitan obligasi atau pinjaman bank. Sayangnya, Soerjadi belum dapat memberikan informasi komposisinya.

"Masih kami kaji, jadi belum kami tentukan," imbuh Soerjadi.

DividenDalam RUPS Tahunan yang baru saja diadakan perseroan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 6,85 miliar, setara dengan Rp 11,43 per saham.

"RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 11,43 miliar," ujar Soerjadi.

Nilai tersebut setara dengan 30% dari perolehan laba bersih perseroan di 2007Β  yang sebesar Rp 22,863 miliar. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads