Dalam beberapa hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat volatil, jika pada pembukaan pasar mengalami kenaikan hal itu bisa berbalik arah di akhir perdagangan.
Melihat kondisi pasar yang fluktuatif itu, IHSG pada perdagangan Jumat (13/6/2008) diprediksi masih akan sulit ditebak. Aksi ambil untung diprediksi akan mengintai IHSG karena kenaikan yang tajam pada Kamis kemarin, kecuali ada sentimen positif yang menjaganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa Jepang pada Jumat pagi ini dibuka menguat 102,99 poin (0,74%) menjadi 13.991,59. Indeks Jepang mengikuti bursa Wall Street yang masih positif mesti kenaikannya tidak terlalu tajam.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (12/6/2008), indeks Dow Jones naik 57,81 poin (0,48%) menjadi 12.141,58, Nasdaq naik 10,34 poin (0,43%) menjadi 2.404,35 dan Standard & Poor's 500 naik tipis 4,38 poin (0,33%) menjadi 1.339,87. Investor saham di Wall Street masih menunggu kelanjutan rencana akuisisi Microsoft terhadap Yahoo.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks berbalik menguat 34 poin keposisi 2.409 pada sesi dua dipicu hasil RUPS BUMI yang menyetujui buy back maksimum Rp 11.600 atau 3% dari seluruh saham disetor. Kondisi menjelang akhir pekan dan bursa regional yang cenderung melemah perlu diwaspadai karena membuat indeks rawan profit taking. Indeks diperkirakan melemah dikisaran 2.360-2.430 dengan saham pilihan: UNSP, TINS, PGAS, UNTR, dan ANTM.
Panin Securities
Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif seperti yang terjadi
dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Pada chart, terlihat IHSG masih berada
dalam pola konsolidasi. Saham berbasis komoditas (pertambangan dan perkebunan) diperkirakan masih akan menjadi penggerak indeks pada hari ini. Kisaran support-resistance 2.389-2.440.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil menguat setelah pada awal perdagangan tertekan oleh koreksi yang terjadi di bursa US dan Asia. Indeks berhasil ditutup di atas level 2400 atau menguat 1,4% di level 2409. Sektor CPO dan Mining berperan besar dalam mengangkat indeks kemarin.
Sementara Bursa US pada perdagangan semalam ditutup menguat tipis setelah data penjualan retail naik melebihi ekspektasi pasar. Penjualan retail, yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian US, naik 1% pada bulan Mei, terkait kebijakan pengembalian pajak yang diambil pemerintah beberapa waktu lalu.
Sektor Finance dan Bank juga berhasil menguat setelah rekomendasi dari Morgan Stanley untuk tetap mengakumulasi saham-saham sektor keuangan dengan didukung spekulasi kenaikan Fed Rate pada FOMC mendatang. Memfaktorkan hal ini, mayoritas bursa Asia dibuka menguat hari ini, kecuali bursa China yang masih tertekan kebijakan perbankan mereka.
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini, diperkirakan akan kembali menguat, meneruskan momentum penguatan kemarin. Sektor mining dan Agri masih akan menjadi penggerak indeks, disamping sektor banking yang juga berpeluang menguat. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2.375 - 2.435.
(ir/ir)











































