Aliran Modal ke Negara Berkembang Capai Rekor di 2007

Aliran Modal ke Negara Berkembang Capai Rekor di 2007

- detikFinance
Jumat, 13 Jun 2008 11:35 WIB
Aliran Modal ke Negara Berkembang Capai Rekor di 2007
Jakarta - Aliran modal swasta yang mengalir ke negara berkembang di tahun 2007 meningkat US$ 269 miliar sekitar Rp 2.501 triliun (kurs 9.300/US$) dibanding 2006.

Secara keseluruhan aliran masuk hampir mencapai US$ 1 triliun. Angka ini merupakan rekor aliran modal swasta yang masuk ke negara berkembang.

"Hal ini menandai keuntungan 5 tahun berturut-turut baik itu di komponen utang dan saham swasta," tulis laporan Bank Dunia, Global Development Finance, seperti dikutip detikFinance, Jumat (13/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pinjaman perbankan dan obligasi netto kembali pulih dari sebelumnya 0 persen di 2002 menjadi 3 persen dari PDB negara berkembang di 2007. Sementara itu penanaman modal asing langsung dan aliran portofolio saham meningkat dari 2,7 persen menjadi 4,5 persen.

Meskipun krisis keuangan yang terjadi di AS efeknya tidak terlalu merembet ke negara berkembang, banyaknya bank-bank besar yang melakukan penghapusan buku memaksa bank itu untuk mengurangi porsi kreditnya untuk menyesuiakan neraca mereka.

Pengurangan porsi kredit ini akan mempengaruhi perusahaan di negara berkembang. Perusahaan itu harus mencari alternatif pembiayaan lain.

Sebagai tambahan, Bank Dunia mengingatkan, meski krisis finansial melunak di triwulan I-2008 tapi krisis ini belum berakhir. "Itu masih berlangsung," ujar penulis utama Global Development Finance Mansoor Dailami.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads