Pasar Saham Tunggu Kabar Baik

Pasar Saham Tunggu Kabar Baik

- detikFinance
Senin, 16 Jun 2008 08:07 WIB
Pasar Saham Tunggu Kabar Baik
Jakarta - Bursa saham Indonesia masih menantikan kabar baik yang bisa menjadi motor penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan ini. Pelaku pasar merindukan sentimen positif.

Pergerakan IHSG pada perdagangan saham Senin (16/6/2008) diprediksi masih akan mengalami tekanan. Namun penguatan yang terjadi di Wall Street akhir pekan lalu bisa diikuti positif bursa regional termasuk IHSG.

Perhatian pelaku pasar masih berputar pada saham-saham komoditas energi dan perkebunan. Saham-saham yang masih sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan masih akan diwaspadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan saham Jumat lalu (13/6/2008), IHSG turun 10,591 poin (0,44%) ke posisi 2.398,417.
    
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities  

Indeks melemah 10 poin keposisi 2.398 dipicu profit taking saham pertambangan karena belum ada good news di pasar. Saham second dan third liner berpeluang naik minggu ini sebagai antisipasi  RUPS. Indeks diperkirakan masih melemah dikisaran 2.380-2.410 dengan saham pilihan: LSIP, PTBA, TBLA, UNVR, dan UNSP.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah 10,6 poin di level 2.398,4 setelah aksi profit taking yang dilakukan oleh investor pada akhir sesi perdagangan. Dipimpin sektor mining yang sebelumnya menguat, dan akhirnya terkoreksi.

Sementara bursa AS pada penutupan pekan lalu berhasil menguat signifikan setelah selama seminggu terakhir mengalami koreksi yang cukup dalam. Indeks DowJones menguat 1,3% terkait kenaikan CPI bulan Mei yang sesuai ekspektasi pasar sekitar 4,2% YoY, serta menguatnya US$ dan terkoreksinya harga minyak. Sentimen ini mengurangi kekhawatiran akan tingginya inflasi akibat energy cost yang melambung tinggi seiring harga minyak dunia. Pasar juga telah mengantisipasi akan adanya kemungkinan kenaikan Fed Rate untuk mengendalikan laju inflasi.

Akibat hal ini, beberapa bursa Asia pada perdagangan hari ini, mayoritas dibuka menguat seiring melemahnya Yen Jepang dan terkoreksinya harga minyak. Namun bursa China masih berada dalam tekanan terkait kebijakan perbankan mereka yang menaikkan Reserve Ratio untuk mengendalikan inflasi.

Dari dalam negeri, minimnya sentimen domestik akan membuat bursa Indonesia lebih memfaktorkan sentimen global. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, setelah koreksi yang terjadi pada akhir pekan lalu. Sektor Mining dan Agri masih tetap akan menjadi penggerak indeks. Rentang perdagangan indeks akan berada pada kisaran 2.375 - 2.425. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads