Huawei Kucurkan US$ 50 Juta ke BTel

Huawei Kucurkan US$ 50 Juta ke BTel

- detikFinance
Senin, 16 Jun 2008 13:54 WIB
Huawei Kucurkan US$ 50 Juta ke BTel
Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memperoleh kucuran dana sebesar US$ 50 juta dari Huawei, terkait pemenuhan kebutuhan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2008.

"Untuk pendanaan capex tahun ini, Huawei mengucurkan US$ 50 juta," ujar Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi, usai RUPS Tahunan di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (16/6/2008).

Total pendanaan yang akan diperoleh BTEL dari Huawei sebesar US$ 150 juta. Dana tersebut untuk pendanaan capex BTEL selama 3 tahun ke depan yang dianggarkan sebesar US$ 600 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk tahun ini saja, capex BTEL sekitar US$ 232 juta," ujar Abi.

Komposisi pendanaannya terdiri dari kerjasama dengan vendor asing (Huawei) US$ 50 juta, penggunaan dana hasil rights issue sekitar US$ 116 juta dan sisanya kas internal perseroan.

Pada triwulan I-2008 lalu, BTEL telah menyelesaikan penerbitan saham terbatas (rights issue) sebesar Rp 3 triliun. Dana tersebut untuk pendanaan capex selama 3 tahun yang sebesar US$ 600 juta.

"Dari anggaran capex 2008 yang sebesar US$ 232 juta, sekitar 50% akan menggunakan dana hasil rights issue," jelas Abi.

Sementara dana capex 2008 tersebut, rencananya digunakan untuk menambah sekitar 1000 BTS. Pada akhir tahun 2007, jumlah BTS perseroan sebanyak 1.200 dan pada triwulan I-2008 jumlahnya telah bertambah menjadi 1.411 BTS.

Melalui penambahan jumlah BTS tersebut, BTEL menargetkan jumlah pelanggan menjadi 7 juta di akhir tahun 2008. Pada akhir 2007 lalu, jumlah pelanggan BTEL sebanyak 3,8 juta pelanggan.

Pada triwulan I-2008 lalu, jumlah pelanggan BTEL telah berada di posisi 4,49 juta pelanggan. Sementara hingga tahun 2010, BTEL menargetkan jumlah pelanggan sebanyak 14 juta pelanggan.

Mengenai hasil RUPS Tahunan yang baru saja selesai dilangsungkan, pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun 2007.

"Pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen. Alasannya karena saat ini perseroan masih dalam tahap pengembangan, jadi lebih baik menempatkan saldo laba sebagai dana dicadangkan untuk keperluan investasi di masa mendatang," ulas Abi. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads