"Perseroan saat ini masih kekurangan dana. Jadi jika harga bahan baku tembaga terus tinggi kami berencana melakukan rights issue atau menerbitkan obligasi," ujar Presiden Direktur TMBS, Kunio Ino, usai RUPS Tahunan di Hotel Intercontinnental, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (17/6/2008).
Sayangnya, Kunio belum bisa mempublikasikan nilai dua opsi tersebut. "Kalau harga bahan baku tembaga turun ya tidak jadi kami terbitkan," ujar Kunio.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu yang lalu, perseroan baru saja menjual divisi elektroniknya ke PT Totoku Indonesia senilai Rp 2,1 miliar.
"Perseroan telah menjual divisi elektronik ke Totoku Indonesia dengan tujuan fokus ke dua bisnis lain yaitu kabel tembaga dan kabel alumunium," ulas Kunio.
Dana hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Kunio mengungkapkan saat ini perseroan memang sedang kekurangan dana.
"Oleh karena itu kami juga mempersiapkan opsi rights issue atau obligasi jika masih kekurangan dana akibat tingginya harga bahan baku," jelas Kunio.
Pada tahun 2008 ini, TMBS menargetkan produksi tembaga sebanyak 66 ribu ton dan kabel alumunium sebanyak 20 ribu ton. Kapasitas terpasang untuk tembaga sebesar 100 ribu ton dan kabel alumunium sebanyak 60 ribu ton. (dro/ir)










































