Alasan Bank UOB Buana Keluar dari BEI

Alasan Bank UOB Buana Keluar dari BEI

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2008 09:43 WIB
Alasan Bank UOB Buana Keluar dari BEI
Jakarta - PT Bank UOB Buana Tbk (BBIA) memiliki dua alasan kuat kenapa harus mengundurkan diri secara sukarela (voluntary delisting) dari Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan tertutup (go private).

"Kami baru menerima surat dari pemegang saham pada 17 Juni 2008 dan langsung melaporkannya ke Bursa Efek Indonesia terkait dengan voluntary delisting dan go private," kata Direktur Bank UOB Buana, Safrullah Hadi Saleh ketika dihubungi detikFinance, Rabu (18/6/2008).

Menurut Hadi, ada dua alasan utama kenapa pemegang saham melakukan voluntary delisting dan go private. Pertama, karena jumlah pemegang saham publik kurang dari 350 pihak dan kebanyakan dalam bentuk odd lot sehingga pergerakan sahamnya tidak likuid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, rencana UOB Singapore yang merupakan induk PT Bank UOB Buana Tbk untuk mengembangkan perseroan dan akan lebih cepat jika perseroan melakukan delisting dari bursa.

"Saat ini pemegang saham masih melakukan konsultasi dengan penasehat hukum untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menuju voluntary delisting dan go private," kata Safrullah.

Dia mengaku tidak tahu sampai seberapa lama suspensi saham Bank UOB Buana akan dilakukan karena itu tergantung dari penyelesaian dalam memenuhi aturan voluntary delisting dan go private.

"Kita harus mematuhi aturan Bapepam, BEI dan BI, jadi ini mungkin butuh waktu," katanya.

Safrullah menegaskan rencana voluntary delisting dan go private tidak masuk dalam agenda RUPS perseroan pada 20 Juni 2008.

Pemegang saham Bank UOB Buana mayoritas atau 61% dimiliki oleh UOB International Investment, PT Sari Dasa Karsa 25%, Merrill Lynch 6% dan sisanya dimiliki oleh investor publik lainnya.

Harga saham terakhir Bank UOB Buana sebelum disuspensi pada transaksi 17 Juni 2008 ada di level Rp 1.200 per saham. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads