Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan UIC yang berlangsung di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/6/2008).
Pemegang saham juga mengangkat Romeo F.Lledo sebagai Presiden Komisaris menggantikan Zairyanto Poedjiaty, dan mengangkat Zairyanto Poedjiaty sebagai Direktur menggantikan Bapak Lioe Seng Tjin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2007, nilai penjualan bersih konsolidasi mengalami penurunan sebesar 1,4% dari yang sebelumnya pada tahun 2006 tercatat sebesar US$ 323,26 menjadi US$ 318,72 juta, dengan marjin sebesar 11%.
Penurunan penjualan bersih konsolidasi ini disebabkan menurunnya penjualan Branched Alkylbenzene (BAB) dan penurunan penjualan bersih dari sektor properti. Sedangkan penjualan Linear Alkylbenzene (LAB) naik sebesar USD 13,3 juta.
Strategi perusahaan untuk menyesuaikan harga jual produknya seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah yang berdampak pada harga bahan baku dan juga beralihnya penggunaan bahan bakar diesel ke bahan bakar alternatif membuat perusahaan berhasil mempertahankan marjin laba kotor pada kisaran 11%.
Pada awal tahun 2008 ini, perusahaan menerapkan satu lagi langkah efisiensi biaya yaitu dengan menggunakan bahan bakar gas alam sebagai bahan bakar utamanya . Ini suatu langkah yang diharapkan dapat lebih meningkatkan efisiensi dan marjin laba kotor perusahaan ke depan," jelas Yani Alifen, Presiden Direktur UIC.
Ditengah maraknya kompetisi internasional di pasar AB, masuknya produk import turunan Alkylbenzene dan bahan substitusinya dari tahun ke tahun, perusahaan berusaha menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik dan juga terus berusaha mencapai posisi yang kuat di pasar Internasional, melalui anak perusahaan di Australia dan Vietnam.
Untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan mengurangi biaya produksi, perusahaan juga merencanakan untuk melakukan integrasi usaha ke indusri hulu.
Sehubungan dengan akan jatuh temponya Obligasi Unggul Indah Cahaya I pada bulan Oktober 2008, sampai dengan dilaksanakannya RUPS ini, perusahaan telah melakukan buy back yang ditujukan untuk pelunasan sebesar Rp 113 miliar, sehingga dengan demikian jumlah Obligasi UIC yang beredar saat ini adalah Rp 487 miliar. Sisa Obligasi tersebut akan dilunasi melalui fasilitas pinjaman bank.
Saat ini, perusahaan sedang dalam proses perolehan fasilias pinjaman bank dan diharapkan dalam waktu dekat dapat segera dilakukan penandatanganan perjanjian dengan pihak bank terkait. (ir/qom)











































