"Pencapaian hingga akhir Mei 2008 sangat positif. Oleh karena itu kami optimis dan menaikkan target pendapatan tahun ini," ujar Direktur Utama SCMA, Fofo Sariatmadja, usai RUPS Tahunan di Hotel Mulya, Jl Asia Afrika, Jakarta, Rabu (18/6/2008).
Pendapatan perseroan pada periode Januari-Mei sebesar Rp 625,9 miliar, tumbuh 50,4% dibanding periode yang sama tahun 2007. Pos laba bersih pada periode tersebut juga tumbuh 56,6% menjadi Rp 83,7 miliar dibanding tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pendapatan iklan SCTV yang menguasai pangsa pasar sebesar 17%, juga menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan tersebut.
"Kami akan coba perluas pangsa pasar tahun ini jadi 20%," ujar Fofo.
Untuk target tahun ini, Fofo mematok pertumbuhan laba bersih mencapai 50%. Tahun lalu perolehan laba bersih SCMA sebesar Rp 127 miliar. Dengan asumsi tersebut, perolehan laba bersih perseroan tahun ini bisa mencapai Rp 190,5 miliar.
Mengenai investasi tahun 2008, SCMA akan melakukan berbagai perbaikan peralatan transmisi dan teknologi. Dana yang disiapkan sekitar Rp 100 miliar.
"Pendanaannya dari hasil obligasi II sebesar Rp 573 miliar yang telah diterbitkan tahun lalu," ujar Fofo.
Dari perolehan obligasi tahun lalu, sebesar Rp 425 miliar akan digunakan untuk melunasi obligasi I 2003 yang akan jatuh tempo 25 Juni 2008. Sisanya Rp 50 miliar digunakan untuk modal kerja.
"Obligasi I yang masih harus dibayar tinggal Rp 14,6 miliar," ujar Fofo.
Dividen
Pemegang saham SCMA telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 28 per saham. Totalnya sebesar Rp 53 miliar.
"Sebesar Rp 37,9 miliar atau setara dengan Rp 20 per saham telah dibagikan sebagai dividen interim pada Agustus 2007. Jadi dividen final yang akan dibagikan sebesar Rp 8 per saham," ujar Fofo. (dro/qom)











































