Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah tipis ditengah sentimen positif penerbitan obligasi global Indonesia senilai US$ 2,2 miliar. Sambutan yang positif atas obligasi global itu sebelumnya telah berhasil mengangkat rupiah pada perdagangan kemarin.
Pada perdagangan Kamis (19/6/2008), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.282 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.275 per dolar AS.
Sementara dolar AS di pasar global kembali melemah karena memudarnya ekspektasi tentang suku bunga AS dan Eropa menyusul data-data yang cukup variatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyeksi suku bunga masih tidak pasti dan pada saat yang bersamaan data belum terlalu mendukung sehingga menekan pasar saham dan dolar AS," ujar Andrew Busch, analis dari Bank of Montreal seperti dikutip dari
Reuters. Euro tercatat menguat 0,1% ke 1,5530 dolar, setelah sempat tergelincir ke 1,5462 dolar.
(qom/qom)