MI Banyak yang Masih Bermasalah

MI Banyak yang Masih Bermasalah

- detikFinance
Kamis, 19 Jun 2008 14:54 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menilai kinerja manajemen investasi masih banyak yang bermasalah.

"Manajemen investasi masih banyak yang bermasalah, terutama disebabkan kurangnya human resources, infrastruktur dan permodalan," ujar Kabiro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Djoko Hendratto, dalam workshop di Hotel Redtop, Jl Pecenongan, Jakarta, Kamis (19/6/2008).

Djoko mengungkapkan berbagai masalah dalam manajemen investasi terutama terkait keterlambatan penyampaian laporan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti keterlambatan penyampaian laporan kegiatan bulanan, audit, LKT MI, LKT reksa dana, prospektus pembaharuan dan mutasi pegawai," ungkap Djoko.

Djoko menilai berbagai masalah tersebut antara lain disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia, infrastruktur dan permodalan.

"Seperti pegawai yang kurang memadai, tenaga marketing yang belum memiliki license, rangkap jabatan, tempat usaha dan IT yang kurang memadai, hingga modal kerja bersih disesuaikan yang kurang memadai," jelas Djoko.

Djoko menjelaskan, bahwa beberapa tindak pidana pelanggaran juga bisa terjadi dalam industri reksa dana.

"Misalnya, MI atau afiliasinya yang menerima imbalan yang dapat mempengaruhi membeli atau menjual efek untuk reksa dana dan sebagainya," papar Djoko.

Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, Bapepam menyatakan akan melakukan berbagai upaya seperti mengadakan pembinaan, perlindungan investor hingga pemeriksaan teknis.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads