Padahal Adaro berharap dapat memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada tanggal 20 Juni 2008, sehingga masa penawaran akan dapat dilakukan pada tanggal 24 hingga 26 Juni 2008, dan diharapkan dapat tercatat sebagai emiten di BEI di awal Juli 2008.
"Kelihatannya bisa tertunda dari tanggal 20 Juni karena banyak sekali dokumen yang harus kita pelajari, pokoknya kita mau IPO ini full disclosure benar-benar diketahui oleh publik," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany di kompleks gedung Danaphala, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
Fuad mengaku, dalam mengurus dokumen IPO Adaro pihaknya harus benar-benar memastikan tidak ada masalah. "Saya sering ditekan ditanyain macam -macam, tapi kan kita tidak bisa melakukan hal-hal yang hanya bisa diselesaikan lembaga peradilan, Bapepam ini kan urusannya cuma pasar modal. Makanya saya suka heran," ungkap Fuad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pokoknya itu merupakan salah satu faktor yang masih harus dipelajari Bapepam, jadi Bapepam pelajari masalah yang di Singapura," kata Fuad.
Adaro sendiri sudah menetapkan harga saham IPO yang Tbk dipatok Rp 1.100 per saham. Dengan jumlah saham yang dijual sebanyak 11,139 miliar saham atau 34,83%, Adaro bisa meraup dana Rp 12,3 triliun.
Minat awal pemesanan saham perdana dalam proses bookbuilding IPO PT Adaro Energy Tbk yang berlangsung sejak tanggal 26 Mei 2008 sampai dengan 5 Juni 2008 telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,57x.
Permintaan awal saham tersebut sebagian besar berasal dari kalangan investor asing yang mencapai hingga 81,3% dari total permintaan sedangkan sisanya sebesar 18,7% berasal dari kalangan investor lokal, yang sebagian besar didominasi oleh investor institusi.
Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara terintegrasi terbesar di Indonesia, yang terdiri dari unit usaha strategis bidang pertambangan dan perdagangan batubara, jasa kontraktor penambangan serta infrastruktur dan logistik batubara.
Adaro Energy melalui anak perusahaannya, Adaro, juga merupakan tambang batubara tunggal terbuka terbesar di belahan dunia bagian Selatan. Wilayah pertambangan Adaro yang berlokasi di Kalimantan Selatan seluas 34.940 hektar, dengan hak untuk melakukan kegiatan pertambangan hingga tahun 2022. Cadangan batubara milik Adaro mencapai 928 juta ton dengan sumber daya yang diperkirakan mencapai 2.803 juta ton. Kapasitas produksi batubara Adaro Energy saat ini mencapai 40 juta ton per tahun dengan rencana peningkatan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton dalam waktu 5 tahun mendatang.
(ir/qom)











































