Demikian dikatakan Corporate Secretary IIKP, Veronica Dinni Krissanti usai RUPSLB di Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (20/6/2008).
Perseroan juga sedang memproses pinjaman Rp 500 miliar dari Bank Internasional Indonesia (BII) untuk akuisisi dua perusahaan Dandymarker dan Anam Koto asal Malaysia. Pinjaman itu berjangka waktu 5 tahun hingga 5,5 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dandymarker dan Anam Koto sudah berproduksi jadi tidak memerlukan capex yang besar. Total kapasitas dua perusahaan itu 30 ton per tahun dan setelah diakuisisi akan memproduksi 60 ton per tahun.
RUPSLB juga menyetujui peningkatan modal menjadi Rp 1,459 triliun. Serta menyetujui untuk menjaminkan seluruh atau sebagian besar harta kekayaan perseroan yang bertindak sebagai penjamin, sehubungan dengan aktivitas usaha serta rencana pengembangan diversifikasi usaha perseroan dan anak usaha perseroan.
(ir/qom)











































