Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Bank UOB Buana Armand Bachtiar Arief usai acara rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank UOB Buana Tbk, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (20/6/2008).
"Secara garis besar setelah mengajukan akan dilakukan supervisi, mudah-mudahan harapan kita bisa tahun ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengajukan permohonan untuk perubahan status, permohonan sudah diajukan Bapepam, BEI dan BI," tambahnya.
Menurutnya hal ini merupakan permulaan dari proses selanjutnya, sehingga sekarang ini pihaknya masih tunggu arahan dari ketiga regulator tersebut.
"Kita masih tunggu arahan dari regulator, kita maunya 3 sampai 4 bulan ke depan," pintanya.
Dalam rapat tersebut itu diputuskan dividen UOB Buana tidak dibagikan namun akan digunakan untuk pengembangan perusahaan berikutnya.
"Dividen telah diputuskan memang pembagian sampai 2007 ditiadakan dengan alasan, karena banyak investasi, infrastruktur, untuk meningkatkan kemampuan dalam berkompetisi," ucapnya.
Go private ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing UOB Buana dengan bank nasional lainnya.
(hen/ir)











































