Saham-saham yang akan melakukan tender offer mendapat tekanan jual yang cukup tinggi. Peraturan baru Bapepam yang akan membatasi tender offer itu dinilai merugikan investor karena tidak bisa menjual sahamnya.
"Memang nanti karena dibatasi penjualan sahamnya, investor minoritas akan berebut," kata pengamat saham Adrian Rusmana ketika dihubungi detikFinance, Jumat (20/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham BII dengan kode perdagangan BNII anjlok hingga 13,64% atau turun Rp 60 menjadi Rp 380. Penurunan hingga 13,64% dalam satu hari ini merupakan yang terdalam dialami saham BII di tahun ini.
Saham Indosat (ISAT) juga ikut terpukul dengan turun 3,17% atau turun Rp 200 menjadi Rp 6.100. Pemilik saham baru Indosat yakni Qatar Telecom akan melakukan tender offer setelah membeli 40,8% saham milik STT.
Saham Bank Niaga dan Bank Lippo yang akan merger juga ikut turun karena pasar mulai mengantisipasi akan adanya tender offer setelah merger. Saham Bank Niaga (BNGA) turun 2,04% atau Rp 20 menjadi Rp 960. Saham Bank Lippo (LPBN) turun 2,73% atau Rp 75 menjadi Rp 2.675.
Sedangkan saham Apexindo Pratama Duta (APEX) turun 8,64% atau Rp 175 menjadi Rp 1.850. Sebesar 80,6% saham Apexindo dibeli oleh Mitra Rajasa (MIRA) yang akan diikuti tender offer. Saham MIRA juga ikut turun 2,78% atau Rp 20 menjadi Rp 700.
Saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun 1,49% atau Rp 10 menjadi Rp 660. Pemilik saham mayoritas TSPC yakni PT Bogamulia Nagasadi akan melakukan tender offer setelah menguasai 71% saham TSPC.
Sedangkan saham Ades Waters Indonesia Tbk (ADES) masih disuspensi. Pemilik baru Ades yakni Sofos Ltd yang membeli 91,94% saham Ades juga akan melakukan tender offer.
Dalam aturan baru Bapepam pengendali baru wajib melaksanakan penawaran tender sisa saham di publik dengan meninggalkan 20% saham jika mengakuisisi 50% saham emiten. (ir/qom)











































