"Tahun ini kami akan menambah 8 armada kapal, nilainya sekitar Rp 420 miliar," ungkap Presiden Direktur TMAS, Harto Khusuma, usai RUPS Tahunan di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (23/6/2008).
Hingga akhir 2007 jumlah armada kapal TMAS ada sebanyak 27 unit. Namun pada triwulan satu lalu, perseroan telah menjual 1 armada kapalnya karena sudah tidak layak digunakan. Rencananya Juli 2008 TMAS akan melepas satu armadanya lagi, sehingga pada semester dua nanti total armada kapal perseroan akan menjadi 25 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian jumlah armada kapal TMAS di akhir 2008 akan menjadi sebanyak 33 unit. Pendanaannya menjadi bagian dari anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini yang sebesar Rp 500 miliar.
"Komposisinya Rp 420 miliar untuk pembelian kapal, sisanya untuk penambahan fasilitas kapal," ulas Direktur Keuangan TMAS, John Wisnu Alwi.
Struktur pendanaannya sekitar 70-80% dari pinjaman bank, sisanya kas internal. Saat ini perseroan telah memperoleh standby loan dari Bank Danamon, Mandiri dan Bank Syariah Mandiri (BSM).
"Danamon kami punya US$ 24,6 juta plus Rp 20 miliar. BSM Rp 68 miliar. Bank Mandiri kami sudah cairkan US$ 35 juta, sisa pinjaman Mandiri tersebut akan kami gunakan untuk pendanaan capex," ungkap John.
Pada triwulan I lalu, TMAS membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 279,9 miliar dengan laba bersih Rp 46,1 miliar. Perolehan laba bersih tersebut sudah melebihi seluruh perolehan laba bersih tahun 2007.
"Lonjakan tersebut disebabkan pembukaan jalur baru seperti Padang, dan sebagainya. Juga karena efisiensi yang kami lakukan," papar Harto.
Sementara dengan penambahan armada kapal dan berbagai efisiensi lainnya yang akan dilakukan perseroan tahun ini, TMAS menargetkan pendapatan Rp 1,267 triliun, naik 51,7% dari tahun sebelumnya. Untuk laba bersih, TMAS menargetkan perolehan sebesar Rp 101,2 miliar, naik 260,7% dari tahun 2007. (dro/ir)











































