Perdana Karya akan Pasarkan Obligasi Rp 200 Miliar

Perdana Karya akan Pasarkan Obligasi Rp 200 Miliar

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2008 15:22 WIB
Perdana Karya akan Pasarkan Obligasi Rp 200 Miliar
Jakarta - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar pada triwulan IV-2008. Dananya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi batubara di dua tambangnya.

"Kami akan menerbitkan obligasi Rp 200 miliar sekitar September-Oktober mendatang. Dananya untuk membiayai peningkatan kapasitas produksi batubara dua tambang kami," ungkap Corporate Secretary PKPK, Soeroso saat dihubungi detikFinance, Selasa (24/6/2008).

Soeroso mengungkapkan jangka waktu obligasi yang akan diterbitkan berkisar antara 3 hingga 5 tahun. Untuk keperluan tersebut, perseroan menunjuk PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebagai penjamin emisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dua tahun ke depan, PKPK membutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi batubaranya, menyusul masih ditangguhkannya operasi tambang Semoi.

Saat ini, kuasa pertambangan (KP) yang dimiliki PKPK ada di 4 tambang yaitu, Semoi, Bantuas, Dondang dan L3, dengan total cadangan terbukti (reserve) sebanyak 3,5 juta ton. Namun KP tambang Semoi ditangguhkan pada 2007 lalu.

Penangguhan tersebut, terkait adanya tudingan dari Sultan Kutai yang mengklaim KP Semoi beroperasi di atas tanah miliknya. Saat ini kasus tersebut masih di pengadilan negeri kaltim.

Akibat penangguhan tersebut, pada tahun 2007 lalu PKPK tidak berhasil mencapai target produksinya. Produksi batubara perseroan tahun lalu hanya berhasil mencapai 53,33% dari target semula yang sebesar 600 ribu ton.

Oleh karena itu, pada bulan Juli mendatang PKPK akan meningkatkan kapasitas produksi di tambang Bantuas dan Dondang untuk mencapai target produksi tahun ini.

Target produksi batubara PKPK tahun ini sekitar 800 ribu ton. Pendanaannya sebagaimana disebutkan di atas, yaitu sebesar Rp 500 miliar.

"Selain dari obligasi Rp 200 miliar, kami juga telah memperoleh pinjaman bank dari Lippo Rp 50 miliar dan BCA Rp 50 miliar, serta leasing pembiayaan dari Grup Astra Finance senilai US$ 7 juta. Sisanya dari kas internal," ulas Soeroso. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads