"Demand-nya besar kok, hampir tiga kali lipat," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah menceritakan hasil roadshow global bond RI ke luar negeri beberapa waktu lalu, di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
Hasil roadshow tersebut menunjukkan bahwa permintaan global bond RI mencapai US$ 6 miliar, sedangkan yang dapat dipenuhi hanya sebesar US$ 2,2 miliar. Jadi masih terdapat potensi investasi sebesar US$ 3,8 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erry menambahkan, tingginya permintaan tersebut bisa menjadi stimulus bagi pasar modal Indonesia. Bahkan bukan tidak mungkin investor-investor asing tersebut akan masuk ke pasar modal Indonesia melalui jalan lain.
"Kemungkinannya mereka akan masuk ke secondary market, rupiah bond baik SUN maupun corporate bond. Tapi paling banyak akan ke rupiah bond," jelas Erry.
Pasar saham, menurut Erry, juga masih menarik. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya transaksi harian. Tahun lalu, rata-rata transaksi harian saham di BEI sekitar Rp 4,2 triliun.
"Sekarang sudah mencapai rata-rata Rp 5,8 triliun per hari. Jadi walaupun Index masih terkoreksi, secara umum masih lebih baik dari tahun lalu," jelas Erry.
Sementara transaksi rata-rata harian SUN saat ini sekitar Rp 4 triliun, ORI Rp 350 miliar dan obligasi korporasi Rp 350 miliar.
"Kalau melihat permintaan obligasi oleh asing di roadshow kemarin, bisa lebih meningkat lagi," ujar Erry.
(dro/ir)










































