Perilaku pasar yang masih wait and see ini akan membuat IHSG pada perdagangan Rabu (25/6/2008) belum bisa bergerak bebas di teritori positif.
Investor masih menunggu hasil rapat FOMC yang akan menentukan suku bunga AS yang kini sebesar 2%. Tekanan inflasi yang tinggi di bulan Juni juga mulai diwaspadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan oada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (24/6/2008) IHSG naik tipis 2,634 poin (0,11%) menjadi 2.365,378.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks menguat tipis sebesar 2 poin keposisi 2.365 disebabkan rebound-nya saham banking karena telah terdiskon cukup dalam. Sepinya transaksi menandakan investor masih wait and see menunggu hasil FOMC. Indeks diperkirakan bergerak masih sideways-melemah dilevel 2.350-2.370 dengan pilihan saham: UNTR, INDF, TINS, BBRI, dan UNSP.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin terasa sangat sepi dengan minimnya transaksi yang terjadi, seiring investor masih menunggu adanya sentimen positif yang cukup kuat menggerakkan market. Indeks ditutup menguat tipis 2,6 poin di level 2365,3 dengan dominasi saham-saham second liner.
Sementara, pada penutupan semalam bursa US kembali mengalami tekanan jual setelah dirilisnya data-data ekonomi US yang mengecewakan. Indeks kepercayaan konsumen melorot hingga titik terendah sejak 16 tahun terakhir di level 50,4. Hal ini menunjukkan pesimisme dan semakin menurunnya pembelanjaan konsumen yang merupakan 2/3 penggerak perekonomian US. Harga rumah juga terus jatuh ke level terendah sejak Agustus 2004. Lemahnya perekonomian US menjadi kekhawatiran investor dan memperkirakan Fed Rate akan bertahan di level 2%. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,3% dengan sektor finansial mengalami rebound. Akibat sentimen ini, mayoritas bursa Asia mengalami koreksi tipis sekitar 0,5%.
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dibuka melemah memfaktorkan sentimen negatif dari bursa US dan Asia. Namun peluang penguatan masih cukup besar pada sesi berikutnya dengan ditopang sektor mining dan banking. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2350 - 2485.
(ir/ir)











































