"Masih nego, jadi belum bisa kami publikasikan siapa pembelinya. Nilainya sekitar US$ 200 juta atau Rp 1,8 triliun. Kami harap tahun ini deal kami peroleh," ungkap Direktur Utama HEXA, Manuntun Situmorang usai RUPS Tahunan di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/6/2008).
Sayangnya ia belum dapat menyebutkan jumlah unit alat berat yang sedang dinegosiasikan. Hanya saja ia memberi petunjuk bahwa penjualan tersebut di alat berat sektor pertambangan batubara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika negosiasi tersebut berhasil diperoleh HEXA, maka perolehan penjualan perseroan tahun depan akan didongkrak transaksi senilai US$ 200 juta tersebut.
Tahun ini saja, HEXA memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 45,8% menjadi Rp 2,662 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 1,825 triliun. Untuk pos laba bersih, HEXA menargetkan angka Rp 164 miliar, naik 228% dari tahun lalu yang sebesar Rp 50 miliar.
"Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan alat berat sebesar 61%. Target kami tahun ini menjual 1914 unit alat berat. Tahun lalu masih sebesar 1188 unit," jelas Manuntun.
Sektor yang digenjot perseroan pada tahun ini adalah penjualan alat berat perkebunan yang ditargetkan sebanyak 525 unit, tumbuh 98,9% dari tahun sebelumnya sebanyak 268 unit.
Posisi kedua di sektor alat berat konstruksi yang tahun ini ditargetkan terjual 401 unit, tumbuh 91,9% dari tahun lalu sebanyak 209 unit. Posisi ketiga adalah alat berat pertambangan, ditargetkan terjual sebanyak 380 unit atau naik 89% dari tahun lalu sebanyak 201 unit.
Posisi terakhir adalah alat berat kehutanan. Target penjualannya sebanyak 608 unit, naik 19,2% dari tahun lalu sebanyak 510 unit.
Dengan target penjualan tersebut, HEXA akan menguasai pangsa pasar alat berat sebesar 19,14-21,26%. Berdasarkan perkiraan, permintaan alat berat nasional tahun ini berkisar antara 9 hingga 10 ribu unit.
Sebagai perbandingan, PT United Tractor Tbk (UNTR) tahun ini menargetkan penjualan alat berat sebanyak 4250 unit, dengan komposisi terbesar di sektor pertambangan sebesar 50%.
Dengan target tersebut, UNTR yang memegang lisensi alat berat merek Komatsu, akan menguasai pangsa pasar sebesar 42,5-47,2% tahun ini. Cukup jauh bila dibandingkan dengan HEXA sebagai pemegang merek alat berat Hitachi yang pangsa pasarnya masih di kisaran 20%.
(dro/qom)










































