Pada perdagangan valas pukul 08.20 WIB, Kamis (26/6/2008) rupiah menguat hingga 28 poin (0,3%) ke posisi 9.230 per dolar AS. Sedangkan pada penutupan Rabu kemarin (25/6/2008) rupiah di posisi 9.258 per dolar AS.
Stagnannya the Fed merupakan jawaban atas tanggung bank sentral AS yang akan mempengaruhi keputusan bank sentral lainnya untuk menjaga inflasi yang cenderung naik. Dengan stabilnya the Fed selisih antara suku bunga Indonesia dan AS juga tetap terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya mata uang dolar AS pada penutupan Rabu waktu AS (25/6/2008) justru mengalami pelemahan terhadap euro. Pelaku pasar di AS melihat ketidakberanian the Fed menaikkan suku bunga karena data-data ekonomi AS yang melemah seperti kredit perumahan.
Euro menguat tipis ke level 1,5667 dolar AS dari posisi sebelumnya 1,5565 dolar AS. Begitu juga terhadap yen Jepang, mata uang AS tertahan di 107,82 yen dibanding hari sebelumnya 107,83 yen. (ir/ir)











































