Sierad Produce Cari Pinjaman Rp 310 Miliar

Sierad Produce Cari Pinjaman Rp 310 Miliar

- detikFinance
Kamis, 26 Jun 2008 14:32 WIB
Sierad Produce Cari Pinjaman Rp 310 Miliar
Jakarta - PT Sierad Produce Tbk (SIPD) sedang mencari pinjaman sebesar Rp 310 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksinya di tahun-tahun mendatang.

"Kami sedang menjajaki pinjaman dengan beberapa bank swasta nasional. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, kami membutuhkan dana sekitar Rp 310 miliar," ungkap Corporate Secretary SIPD, Elies Lestari Setiawan, usai RUPS Tahunan di hotel Intercontinnental, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (26/6/2008).

Elies mengatakan bahwa saat ini perseroan telah memiliki fasilitas pinjaman untuk modal kerja senilai Rp 225 miliar dari Bank Negara Indonesia (BNI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dana tersebut untuk modal kerja perseroan, namun bisa juga digunakan untuk peningkatan kapasitas," jelas Elies.

Oleh karena itu, SIPD menyatakan masih mencari pinjaman lain untuk rencana peningkatan kapasitas produksi tersebut.

"Kalau bisa sih, semua dana untuk tingkatkan kapasitas dari pinjaman. Tapi jika tidak, sebagian akan menggunakan kas internal," ujar Elies.

Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi Day Old Chick (DOC/anak ayam) sebanyak 565 ribu ekor per minggu. Saat ini kapasitas produksi DOC sekitar 1,6 juta ekor per minggu.

"Sebenarnya utilisasi produksi kami masih di bawah kapasitas produksi. Namun melihat perkembangan industri pakan ternak dan anak ayam, kami perlu meningkatkan kapasitas produksi agar di tahun-tahun mendatang kami siap memenuhi permintaan pasar," jelas Elies.

Bisnis utama perseroan adalah produksi pakan ternak dan DOC. Tahun lalu, porsi pakan ternak terhadap penjualan SIPD sebesar 54,1%, sedangkan DOC 44%.

Pada tahun 2007, produksi pakan ternak perseroan sebanyak 320 ribu ton dan DOC sebanyak 85 juta ekor. Tahun ini, SIPD menargetkan produksi pakan ternak sebanyak 400 ribu ton, tumbuh 25% dari tahun lalu. Untuk DOC, pertumbuhannya ditargetkan sekitar 18% atau di atas 100 juta ekor.

Mengenai kinerja, tahun lalu perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 21,2 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan perolehan penjualan sebesar Rp 2 triliun, naik 25% dari tahun lalu. Untuk laba bersih, SIPD menargetkan pertumbuhan 117% menjadi Rp 46 miliar.

Jika dilihat dari target pertumbuhan rata-rata volume produksi yang sebesar 21,5% dibandingkan dengan target pertumbuhan penjualan sebesar 25%, maka bisa diasumsikan bahwa tahun ini peningkatan penjualan akan didorong oleh kenaikan harga.

"Kenaikan harga bahan baku dan BBM memang memberikan implikasi pada beban produksi kami. Tentu kami akan menyesuaikan dengan menaikkan harga secara bertahap. Tahun lalu kami sudah menaikkan harga jual pakan ternak Rp 250 per kilogram jadi sekitar Rp 4.000 per kilogram," papar Elies.

Elies mengungkapkan, kebijakan kenaikan harga boleh jadi akan kembali dilakukan perseroan, mengingat harga bahan baku terus naik ditambah kenaikan BBM.

"Tentu kami akan memperhatikan daya beli masyarakat," jelas Elies.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads