Indeks Saham JBA 25, yang merupakan alternatif indeks saham di Indonesia telah diluncurkan sejak 19 Desember 2002. Indeks ini menggunakan perhitungan atas dasar harga saham, bukan kapitalisasi pasar. Cara perhitungan ini sama dengan cara perhitungan yang digunakan oleh indeks-indeks terkemuka di dunia seperti Dow Jones Industrial Average dan Nikkei-225.
BBJ dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (26/6/2008) menjelaskan, alasan pertama dari penggunaan cara perhitungan ini adalah untuk mendapatkan angka indeks yang lebih tinggi. Sehingga aktivitas lindung nilai akan lebih mudah dilakukan bila kelak indeks ini diperdagangkan dalam bentuk instrumen derivatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks saham JBA 25 ini juga melakukan adjustmen indeks terhadap pembayaran dividen tunai, sehingga dapat digunakan sebagai indikator keuntungan. Dengan demikian indeks ini juga dapat digunakan untuk memfasilitasi strategi pasif dalam pembentukan portofolio serta pembentukan reksa dana indeks.
Indeks Saham JBC 25 direvisi setiap setahun sekali pada Juli dan keenam kalinya revisi diadakan pada 1 Juli 2008. Periode penilaian adalah dari Januari sampai Desember 2007 dengan dua kriteria yakni seleksi pendahuluan dan seleksi akhir.
Berikut saham-saham yang masuk Indeks Saham JBA 25:
- Timah
- Astra International
- Astra Agro Lestari
- International Nickel Indonesia
- Tambang Batubara Bukit Asam
- PGN
- United Tractor
- PP London Sumatera
- Bumi Resources
- Gudang Garam
- Telkom
- Bank Danamon
- Aneka Tambang
- BRI
- Indosat
- Indocement
- Semen Gresik
- Barito Pacific Timber
- Unilever
- Medco Energi International
- Bank Mandiri
- BCA
- Sumalindo Lestari Jaya
- Bakrie Sumatra Plantations
- Indofood Sukses Makmur.
Dari daftar baru tersebut, terdapat 3 emiten yang terdepak yakni BNI, Apexindo dan PT Pembangunan Jaya Ancol. Sedangkan 3 emiten baru yang masuk adalah PT Bumi Resources, PT Barito Pacific TImber, PT Sumalindo Lestari Jaya.
(qom/ddn)











































