"Harga saham IPO telah ditetapkan sebesar Rp 260 per saham. Untuk waran ditetapkan sebesar Rp 265 per lembar," ungkap Senior VP Investment Banking PT Henan Putihrai Sekuritas selaku penjamin emisi, Eban S. Banowo saat dihubungi detikFinance, Jumat (27/6/2008).
Sebelumnya harga IPO KBRI berada di kisaran Rp 250-280 per saham. Dengan penetapan harga tersebut, total dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO sebesar Rp 585,5 milliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah saham tersebut setara dengan 32,25% dari total saham yang dimiliki Perseroan,"” kata Eban.
Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk mengkonsolidasikan bisnis kertas di Kertas Basuki Rachmat (KBR), anak usaha KBRI, sebesar 65,9%. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan dimasa mendatang.
Namun hingga saat ini, baik perseroan maupun penjamin emisi masih belum dapat memberikan jadwal yang pasti mengenai kapan masa penawaran dan pencatatan (listing) di BEI dapat dilaksanakan.
Sebab, pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum diperoleh perseroan.
"Efektif belum keluar dari Bapepam. Hari ini kami masih dipanggil lagi oleh Bapepam untuk membahas mengenai hal ini. Kami harapkan secepatnya, setidaknya tidak lebih dari 30 Juni," ujar Eban.
Perusahaan Pabrik Kertas Basuki Rachmat Indonesia merupakan perusahaan (swasta) yang bergerak di bidang sektor riil dengan pengalaman yang dapat diandalkan dalam industri kertas dan merupakan holding company dari anak perusahaan PT Kertas Blabak (KB), PT Kertas Basuki Rachmat (KBR) dan PT HTI Basuki Rachmat (HBR).
KB dan KBR selama ini telah memproduksi beragam jenis kertas tulis cetak & industri. Adapun jenis kertas itu antara lain: Medium Liner, Wrapping (kertas bungkus), CD, Back Kraft, HVO, HVS dan Kertas Gambar. Sedangkan PM 2 KBR akan memproduksi uncoated wood free paper.
Saat ini sebagian besar produksi KBR dan KB telah didistribusikan ke pasar lokal untuk mengisi sebagian permintaan kertas domestik yang mencapai 5,6 juta ton per tahun yang bertumbuh 43,1% dari permintaan tahun 1999 yang mencapai 3,9 juta ton. (dro/ir)











































