Berikut review IHSG untuk penutupan perdagangan saham Jumat (27/6/2008) dari eTrading Securities:
Turnover hari ini relative besar Rp 4,3triliun dan foreign mencatat net-transaksi. Tekanan kembali dipicu oleh harga minyak dunia yang menembus angka $140/barrel. Hampir semua counter mengalami
koreksi kecuali plantation.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekawatiran ini menekan counter-counter interest-sensitive seperti perbankan BBRI -2%, BMRI -4% dan BBCA -3%. Namun pada counter BNII +6%, investor memanfaatkan peluang arbitrage dari harga tender-over. Arbitrage dari tender-over juga terjadi pada counter ISAT +6%, meskipun hari ini adalah tanggal ex-date untuk dividend perseroan. Qtel merencanakan total tender-over atas semua saham minoritas pada harga Rp 7,388/saham.
Coal: profit taking across the board, BUMI, PTBA dan ITMG masing-masing -1%. Peningkatan harga minyak dunia akan memicu tinggi harga jual batu-bara tetapi harga minyak juga akan mempengaruhi biaya angkut batu-bara perseroan.
Meskipun harga energi dunia meningkat, energy-related diperdagangkan turun akhir pekan ini. PGAS distributor gas terbesar indonesia turun 5% menjadi Rp12.750 dan MEDC -1%. Investor khawatir bukan pada kenaikan harga jual perseroan tetapi lebih ke kawatiran management tidak mampu memanfaatkan
kenaikan harga commoditas tersebut.
Leading movers: Plantation merupakan defensive stock, AALI +2%, LSIP dan UNSP +1%. Sementara untuk baby-stock, HEXA +3 dan JPRS +5%. MIRA +4% dan APEX +10% juga diuntungkan dari issue tender-over.
Pekan depan diperkirakan indeks akan masih tertekan, terutama dari ancaman inflasi dan minyak dunia. Kita menyarankan investor untuk melakukan hedging portfolio pada saham-saham defensive, seperi coal plays dan plantation plays.
(ir/ir)











































