Pasar Saham Berpayung Inflasi

Pasar Saham Berpayung Inflasi

- detikFinance
Selasa, 01 Jul 2008 08:10 WIB
Pasar Saham Berpayung Inflasi
Jakarta - Pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa siang ini akan menjadi perhatian utama pelaku pasar. Bursa saham akan dipayungi sentimen inflasi.

Inflasi Juni diprediksi akan mengalami lonjakan dibanding bulan sebelumnya karena sudah memasukkan dampak kenaikan BBM. Pasar juga mengantisipasi kemungkinan BI menaikkan suku bunga jika inflasi melonjak. Β 

Selain inflasi, tingginya harga minyak dunia yang sempat ke US$ 143 per barel setelah akhirnya ditutup di level US$ 140 per barel, juga makin menambah sentimen negatif di lantai bursa.Β  Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan saham Selasa (1/7/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami tekanan.

Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga akan mengalami tekanan, sedangkan saham energi akan terbantu dengan kenaikan harga minyak dunia.

Sementara saham di Wall Street pada penutupan Senin waktu AS (30/6/2008) masih belum bebas tekanan harga minyak. Indeks Dow Jones naik 3,5 poin (0,03%) menjadi 11.350,01, Nasdaq turun 22,65 poin (0,98%) menjadi 2.292,98 dan Standard & Poor's 500 naik 1,62 poin (0,13%) menjadi 1.280,00.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (30/6/2008) IHSG naik 16,990 poin (0,73%) menjadi 2.349,105.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks naik 17 poin (0,73%) ke level 2.349 ditengah sentimen negatif bursa regional. Indeks menunggu data inflasi yang rencananya dirilis hari ini dengan ekspektasi sebesar 1.7-1.9% untuk bulan Juni. Indeks diperkirakan melemah dikisaran 2.320-2.360 dengan saham pilihan: TINS, PGAS, AALI, PTBA, dan LSIP. Β 

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin bergerak menguat terbatas dengan Trading Value yang kembali menyusut. Investor terlihat masih menunggu sentimen inflasi yang diumumkan siang ini dan penetapan BI Rate pada 3 Juli mendatang. Indeks kemarin ditutup menguat 16,9 poin di level 2349,1 dengan saham Coal Player sebagai market mover.

Bursa US pada perdagangan kemarin juga kembali sepi setelah naiknya harga minyak menyentuh US$143 membuat para pelaku pasar enggan masuk bursa. Indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 0,03% setelah pada intraday bergerak sideways. Dalam 6 bulan pertama 2008, Indeks Dow Jones telah terkoreksi 14,4%. Minimnya sentimen hari ini juga membuat bursa regional bergerak sideways, setelah kemarin ditutup melemah tipis. Sepinya perdagangan juga mewarnai bursa-bursa Asia dan Eropa. Pada perdagangan hari ini, bursa-bursa utama Asia dibuka menguat tipis, sekitar 0,5%.

Pada bursa Indonesia sendiri, perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali ramai seiring investor mengantisipasi sentimen dari rilisnya data inflasi hari ini. Kami memperkirakan inflasi Juni akan berada pada kisaran 2% MoM dan 12% YoY. Sektor Comodity dan energy related masih akan mendominasi perdagangan hari ini, disamping sektor banking yang mulai kembali dilirik investor. Rentang perdagangan hari ini akan berada pada kisaran 2320 - 2366.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads