Perseroan sebelumnya juga telah melakukan serangkaian pelunasan Obligasi pada tahun 2007, 2006 dan 2005 untuk Obligasi I sebesar Rp 300 miliar.
Secara keseluruhan, Perseroan telah menerbitkan dua kali Obligasi. Obligasi I dikeluarkan pada tahun 2004 sebesar Rp 300 miliar dengan peringkat A dari Kasnic (sekarang Moodys). Obligasi ini terdiri dari seri A (370 hari), B (2 tahun) dan C (3 tahun). Obligasi II dikeluarkan pada tahun 2005 sebesar Rp 350 miliar berjangka waktu 3 tahun dan mendapatkan peringkat idA- dari PEFINDO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah ini memperlihatkan bonafiditas, kemampuan manajemen keuangan dan komitmen yang kuat dari Perseroan dalam membayar kembali pinjaman yang diterima," jelas Andrew dalam siaran persnya, Selasa (1/7/2008).
Jusak Kertowidjojo, Presiden Direktur Perseroan mengatakan, pihaknya menargetkan pembiayaan konsumen sepeda motorΒ dan mobil sebesar Rp 2 Triliun pada tahun 2008. Jusak mengaku tetap optimistis akan mencapai target walaupun adanya kenaikan BBM dan meningkatnya inflasi. Menurut
"Kebutuhan akan sarana transportasi tetap akan ada dan masyarakat akan mencari sarana angkutan yang terjangkau yaitu sepeda motor. Dengan pendapatan perkapita masyarakat Indonesia seperti sekarang ini, pasar sepeda motor akan terus tumbuh dalam 5 tahun kedepan," urainya.
(qom/ddn)











































