"Setelah melakukan pembicaraan dengan Bapepam, akhirnya kami memperoleh pernyataan efektif dan bisa melaksanakan IPO pada 11 Juli mendatang," ungkap Senior VP Investment Banking PT Henan Putihrai Sekuritas selaku penjamin emisi, Eban S. Banowo saat dihubungi detikFinance, Selasa (1/7/2008).
Tadinya, perseroan menargetkan pernyataan efektif Bapepam dikeluarkan pada 21 Mei lalu dan mencatatkan saham di BEI pada 4 Juni 2008. Namun saat itu ada beberapa masalah kelengkapan administrasi, sehingga jadwal tersebut tertunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil book building yang berakhir 12 Juni lalu, harga saham IPO perseroan dipatok sebesar Rp 260 per saham. Target dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO sebesar Rp 585,5 milliar.
Rinciannya, Rp 353,6 milliar dari hasil penerbitan saham baru sejumlah 1.360.000.000 saham dan sebesar Rp. 232 milliar dari hasil pelaksanaan waran Seri satu sejumlah 875.000.000 waran.
”Jumlah saham tersebut setara dengan 32,25% dari total saham yang dimiliki Perseroan,” kata Eban.
Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk mengkonsolidasikan bisnis kertas di Kertas Basuki Rachmat (KBR), anak usaha KBRI, sebesar 65,9 %. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan di masa mendatang. (dro/qom)











































